• KANAL BERITA

Pemkab Semarang Priositaskan Akses Air Bersih

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Pemkab Semarang hendak memprioritaskan membangun akses air bersih. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung capaian open defecation free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada akhir 2018 mendatang.

Bupati Semarang, Mundjirin menyebutkan, tahun ini Pemkab Semarang berencana membangun fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) senilai Rp 3,5 miliar. “Nominal itu meningkat dari tahun sebelumnya, ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Semarang memperluas akses air bersih bagi masyarakat,” kata Bupati, usai Pencanangan Gerakan Percepatan Pencapaian ODF di Lapangan Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, kemarin.

Menurutnya, untuk mengubah perilaku warga, terutama buang air besar sembarangan, bukanlah hal mudah. Diperlukan kerja keras melibatkan semua pihak untuk menyadarkan masyarakat supaya mau menggunakan jamban serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. “Perilaku hidup sehat sangat berpengaruh pada mutu sumber daya manusia yang akan datang,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Ani Rahardjo menjabarkan bila akses sanitasi di Bumi Serasi sudah menyentuh angka 97,76 persen. Kaitannya dengan penggunaan jamban di rumah tangga, ia menuturkan jumlah kepala keluarga (KK) yang telah mengakses jamban sehat permanen mencapai 225.472 KK. Sedangkan yang menggunakan jamban semi permanen ada 41.664 KK, sementara yang masih melakukan BABS tercatat ada sekitar 7.391 KK.

“Dukungan dari RSUD Ungaran, RSUD Ambarawa, organisasi profesi termasuk bidan, ikatan istri dokter, pengusaha, dan BAZNAS akan digunakan untuk membuat jamban sehat bagi masyarakat yang membutuhkan,” jabarnya.

Kabid Pemerintahan dan Sosial Barenlitbangda Kabupaten Semarang, Suyana menambahkan, tahun ini Pemkab Semarang telah mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 8,208 miliar untuk pembangunan instalasi pengolahan limbah (IPAL) komunal. Bantuan dari Pemerintah Pusat ini, hendak dimanfaatkan di 19 desa/kelurahan di empat kecamatan. Meliputi enam kelurahan di Kecamatan Ambarawa, delapan desa/kelurahan di Ungaran Timur, empat desa/kelurahan di Ungaran Barat, dan satu desa di Kecamatan Pringapus.

Di samping bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jawa Tengah juga mengucurkan bantuan hibah berupa matrial bangunan untuk pembangunan IPAL komunal sebesar Rp 161 juta. “Alokasi hibah dari Pemprov, untuk 230 titik di Kecamatan Jambu, Pringapus, Bancak, dan Kecamatan Banyubiru,” imbuhnya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)