• KANAL BERITA

Menjaga Cagar Budaya dengan Wisata

Sejumlah wisatawan menikmati wisata Rogomanik di Desa Rogoselo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)
Sejumlah wisatawan menikmati wisata Rogomanik di Desa Rogoselo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Banyak kreativitas dan inovasi para pegiat sadar wisata dalam menyuguhkan hiburan kepada wisatawan agar betah singgah berlama-lama di objek wisata. Mulai pemandangan alam, wahana foto hingga informasi pendidikan. Itu pula kreativitas para pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Berdikari di Rogoselo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, yang membuka Wisata Rogomanik dengan tujuan melindungi benda cagar budaya.

Di tempat tersebut selain menyuguhkan pemandangan alam asri, para pengunjungnya juga mendapatkan edukasi mengenai sejarah. Hingga bisa melihat secara langsung benda-benda cagar budaya, seperti Patung Baron Sekeber, bebatuan berusia ratusan tahun yakni lumpang, lenjing, sikep, dan lingga yani.

Sebagai lokasi wisata keluarga, destinasi baru ini didukung dengan tempat bersantai, parkir, dan kamar mandi layak pakai demi kenyamanan. ‘’Untuk mendukung keperluan dan jenis kegiatan, Pokdarwis Berdikari telah menyiapkan wahana outbound dengan tim terlatih yang siap membantu wisatawan dalam berbagai kegiatan,’’ ungkap selaku penggagas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Berdikari, Fahrudin Eko H.

Menurut putra asli Desa Rogoselo itu, pembukaan destinasi baru wisata Rogoselo dilatarbelakangi keprihatinan rawan rusak atau hilangnya cagar budaya yang ditempatkan begitu saja di alam terbuka. Serta adanya banyak pengunjung berziarah ke Makam Wali Ki Penatas Angin.

‘’Kami tangkap peluang ini. Apalagi di sini memiliki pemandangan alam yang tidak kalah menarik dengan daerah lain,’’ paparnya.

Untuk menarik banyak wisatawan, ke depan masih direncanakan adanya taman satwa dan akses mudah bagi roda empat.

‘’Di sini juga merupakan salah satu sentra penghasil durian, rambutan dan jajanan trasional, sehingga melengkapi wisata. Alhamdulillah pembangunan wisata ini sendiri terwujud berkat dukungan semua pihak termasuk PTPN IX Nusantara. Mari kita cintai benda cagar budaya serta galakkan dorong wisata lokal,’’ ajaknya.


(Siti Masithoh/CN40/SM Network)