• KANAL BERITA

Prabowo Sebut Indonesia Terapkan Sistem "The Economic Stupidity"

ORASI POLITIK:  Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik di Alun-alun Kebumen, Selasa (15/5). (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)
ORASI POLITIK:  Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik di Alun-alun Kebumen, Selasa (15/5). (Foto suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto  menegaskan semestinya Indonesia bangsa yang kaya dan tidak boleh miskin. Tetapi kenyataannya bangsa Indonesia masih terpuruk dalam kemiskinan. Menurut Prabowo, kondisi bangsa saat ini disebabkan para elitnya yang lengah sehingga tidak menguasai aset milik bangsa.

"Kekayaan bangsa Indonesia saat ini tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan nasional mengalir ke luar negeri selama puluhan tahun. Angka berasal dari pemerintah sendiri," ujar Prabowo saat menyampaikan orasi politik di hadapan 15.000 warga yang memadati Alun-alun Kebumen, Selasa (15/5).

Prabowo hadir bersama petinggi Partai Gerindra antara lain Rachmawati Soekarnoputri, Permadi, Ferry  Juliantono dan sejumlah fungsionaris Partai Gerindra. Hadir pula Anggota DPR RI dari Partai Gerindra  asal Kebumen KRT Darori Wonodipuro.

Dalam kesempatan itu Prabowo menyebutkan istilah sistem ekonomi kebodohan untuk menyebut sistem ekonomi yang terjadi di Indonesia. Sistem yang ada bukan kapitalisme, neo liberalisme, tetapi sistem kebodohan ekonomi alias the economic stupidity.  

"Kamu punya kekayaan kemudian orang lain datang ke rumahmu mengambil kekayaan itu lalu pergi. Datang lagi  kemudian  mengambil kekayaan lalu pergi, dan itu dibiarkan saja, " ujar Prabowo berapi-api.

Kekayaan Bocor

Prabowo menegaskan bahwa kekayaan negara bocor. Partai apapun yang memimpin, atau siapapun presidennya jika tidak berani memperbaiki, dianggap percuma kepeminpinannya. Dia menegaskan kembali bahwa persoalan yang dihadapi oleh negara ini adalah masalah pada elitnya yang brengsek.

"Elit Indonesia tidak hormat dengan bangsa sendiri. Minder dengan orang asing. Saya dia tidak mengajak benci orang asing.  Tetapi pemerintah harus pinter, jangan sampai dibodohi bangsa asing," tegasnya.

Kepada elit Partai Gerindra, Prabowo berpesan agar tidak berfoya-foya di depan rakyat. "Misalnya jangan memakai jam mewah sementara rakyat dalam kondisi susah," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu,  Prabowo merasa terusik atas tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Bagaimana tidak, tanah kelahiran orang tuanya itu menjadi kabupaten nomor dua termiskin di Jawa Tengah. "Kondisi kemiskinan tempat lahir bapak saya membuat saya terusik. Ini membuat saya harus menjadi presiden Indonesia," ujarnya. 


(Supriyanto/CN19/SM Network)