• KANAL BERITA

Berbagai Elemen Masyarakat di Salatiga, Bersatu Tolak Terorisme

Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Salatiga berkumpul di Bundaran Tamansari pada Senin (14/5) malam dengan aksi bakar lilin dan berdoa tolak terorisme. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Salatiga berkumpul di Bundaran Tamansari pada Senin (14/5) malam dengan aksi bakar lilin dan berdoa tolak terorisme. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Salatiga, berkumpul di Bundaran Tamansari, baru-baru ini,  dengan pakaian serba hitam. Mereka melakukan aksi untuk melawan segala bentuk aksi kekerasan dan terorisme. Aksi dilakukan dalam bentuk membakar lilin sambil berdoa dan menyatakan bela sungkawa terhadap korban terorisme di Jakarta dan Surabaya. 

Ikut mendukung dan berada di tengah-tengah masa dalam aksi tersebut Kapolres, Yimmy Kurniawan, Wali Kota, Yuliyanto, Dandim 0714/Salatiga, Letkol Prayoga, dan para pemuka dan tokoh lintas agama. 

Para elemen masyarakat tersebut tergabung dalam Gerakan Solidaritas Kemanusiaan Salatiga (GSKS). Organisasi bergabung dalam gerakan itu masing-masing The Mahfud Ridwan Institute, GP Ansor, Banser NU, Forum Diskusi Ilmiah Salatiga, BKGS, Percik, Sobat, Sobat Muda, Yayasan Bina Darma, Kita Family, PMII, HMI, GMNI, Orang Muda Katolik,  dan Keluarga Mahasiswa Katolik Salatiga.  

Kemudian, Nasyiatul Aisyiyah Salatiga, Fatayat NU Salatiga, YIPC Salatiga, Forum Wacana Lintas Iman, Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora IAIN Salatiga, Qariyah Toyyibah, Samaratungga, PHDI, KNPI Salatiga, IPNU-IPPNU, Gusdurian Salatiga, Koalisi Perempuan Indonesia, PSGA IAIN salatiga, Kokam, dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah. 

Dalam aksi itu, GSKS menyatakan sikap, yaitu mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyatakan belasungkawa dan mendoakan para korban aksi kekerasan dan teror. Juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak saling membenci dan menyalahkan satu sama lain. 

Kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk membangun aksi solidaritas bersama di berbagai kota di Indonesia untuk melawan segala bentuk aksi kekerasan dan terorisme.

Mereka juga menyatakan ikrar yang dibacakan Kiai Muhammad Hanif (pengasuh Ponpes Edy Mancoro) dan berisi di antaranya, atas nama seluruh masyarakat Salatiga dan sekitarnya menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme. Juga memberikan dukungan penuh terhadap pemerintah, TNI, dan Polri untuk menindak tegas kekerasan dan terorisme di bumi Indonesia. 

"Meminta segenap masyarakat Salatiga dan sekitarnya untuk bersama-sama merawat kebhinnekaan dan kesatuan NKRI," kata Muhammad Hanif, dalam ikrarnya. 

Wali Kota Yuliyanto  kepada wartawan mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan aksi solidaritas ini. 

Seperti diketahui Kota Salatiga adalah kota toleran dan Indonesia mini. "Mari kita semua untuk saling menjaga dan merawat kota kita ini. Mudahan-mudahan Tuhan senantiasa melindungi kita semua," katanya. 

Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Kota Salatiga untuk waspada menyikapi aksi teror yang marak belakangan ini. Ia mengajak masyarakat bersama Polri dan TNI untuk melawan aksi terorisme dan segala bentuk aksi radikalisme. 


(Moch Kundori/CN40/SM Network)