• KANAL BERITA

Ramadan, Kampanye Pilkada Harus Jauhi Fitnah

Calon Wakil Bupati Kudus Hartopo (memegang microphone) memberi sambutan sekaligus mengenalkan diri pada pengajian "Ruwahan" di rumah Korkab Tim Pemenangan Top,  Heris Paryono, Selasa (15/5) malam. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Calon Wakil Bupati Kudus Hartopo (memegang microphone) memberi sambutan sekaligus mengenalkan diri pada pengajian "Ruwahan" di rumah Korkab Tim Pemenangan Top, Heris Paryono, Selasa (15/5) malam. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Kampanye Pilkada memasuki bulan Ramadan diharapkan jauh dari penyebarluasan kampanye hitam, fitnah atau pun menjelek-jelekkan calon lain. Calon Wakil Bupati Kudus, Hartopo, mengingatkan semua pihak yang berkepentingan mengedepankan kampanye yang sehat tidak memecah belah masyarakat. 

Hartopo yang maju Pilkada mendampingi Calon Bupati, Muhammad Tamzil, hadir pada pengajian "Ruwahan" di rumah Koordinator Kabupaten (Korkab) Tim Pemenangannya, Heris Paryono di Desa Jati Wetan, Kecamayan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (15/5) malam. Pada pengajian itu, Heris yang juga mantan ketua DPRD Kudus periode 1999-2004, juga menyerahkan hibah tanah seluas 1.750 meter persegi untuk masjid di Jekulo. 

"Meski banyak pihak yang aktif menyebar fitnah atau kampanye hitam di media sosial, kami menyerukan tim relawan kami untuk tetap kalem tidak terprovokasi. Apalagi saat ini akan memasuki Ramadan. Mari manfaatkan Ramadan untuk hal-hal positif," katanya. 

Paslon Muhammad Tamzil dan Hartopo (Top) di Pilkada Kudus setelah diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura. "Komitmen kami maju di Pilkada untuk melamar sebagai pelayan rakyat," katanya, di depan warga yang hadir. 

Korkab Tim Pemenangan Top, Heris Paryono mengatakan, pengajian ini digelar selain untuk menyambut Ramadan juga untuk berdoa bersama untuk kemenangan Top. "Pilkada harus diniati untuk melahirkan pemimpin yang berkomitmen untuk rakyat. Tidak perlu sampai memecah belah kerukunan,"  katanya.


(Saiful Annas/CN40/SM Network)