• KANAL BERITA

PDIP Kendal Gelar Doa Bersama

DOA BERSAMA: DPC PDIP Kendal menggelar doa bersama untuk warga yang menjadi korban bom akibat aksi terorisme di Surabaya. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
DOA BERSAMA: DPC PDIP Kendal menggelar doa bersama untuk warga yang menjadi korban bom akibat aksi terorisme di Surabaya. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kendal, menggelar doa bersama untuk korban bom yang terjadi di Mako Brimob di Jawa Barat dan gereja serta kantor polisi di Surabaya. Doa bersama digelar di Kantor DPC PDIP Kendal, Selasa (15/5) malam dan dipimpin Ketua PAC PDIP Kaliwungu Selatan, Rondhi. Kegiatan itu diikuti ketua PAC dari 20 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Kendal. Selain doa bersama mereka juga menyalakan lilin sebagai bentuk menerangi kegelapan.

Ketua DPC PDIP Kendal, Widya Kandi Susanti mengatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang berduka karena aksi terorisme. Duka yang sedang terjadi diibaratkan merupakan kegelapan, sehingga perlu menyalakan lilin sebagai penerang atau cahaya.

‘’Bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan. Meski berbeda suku, bangsa, agama, namun tetap satu, karena berada di dalam satu wadah, yakni NKRI dan ber-Bhineka Tunggal Ika serta berideologi Pancasila. Hal itu yang harus dipahami,’’ kata dia.

Mantan Bupati Kendal itu menambahkan, pihaknya juga memberikan pernyataan sikap dan mengutuk keras terhadap aksi yang terjadi di Mako Brimob mau pun di Surabaya. ‘’Saya mengajak seluruh warga untuk bahu membahu, menguatkan, dan mengeratkan tali persaudaraan agar semua bentuk aksi teror di Indonesia, bisa diantisipasi lebih awal, sehingga bisa menghilangkan segala bentuk aksi radikalisme,’’ tambahnya.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Kendal, Bahrudin, doa bersama itu dilakukan secara mendadak. Hal itu sebagai upaya bagaimana caranya bertindak jika terjadi musibah. ‘’Doa bersama ini dilakukan secara spontanitas dan bisa mendorong yang lain untuk melakukan hal yang serupa. Semua makanan yang membawa masing-masing PAC secara sukarela,’’ kata dia.    


(Rosyid Ridho/CN40/SM Network)