• KANAL BERITA

Anggaran Transport Guru BTQ-Madin Rp 2,8 Miliar

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Guna mendukung program BTQ di sekolah-sekolah mulai dari SD/MI hingga SMA/MA/ SMK, Pemerintah Kota Pekalongan, tahun ini, menganggarkan dana Rp 2,8 miliar untuk transpor guru Baca Tulis Alquran (BTQ) dan madrasah diniyah (madin) yang berjumlah 1.200 orang. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Soeroso menjelaskan itu ketika menerima kunjungan DPRD Kudus dan Kabupaten Magelang di ruang rapat Komisi A, Selasa (15/5).

Rombongan DPRD Kudus dipimpin Wakil Ketua DPRD Kudus, Ilwani dan DPRD Kabupaten Magelang dipimpin Fatikhul Huda, Ketua Komisi IV DPRD setempat. Mereka diterima Sekwan DPRD Kota Pekalongan, Bambang Nurdiansyah, dan beberapa staf.

Soeroso menjelaskan, dengan anggaran Rp 2,8 miliar, setiap guru menerima transpor Rp 200 ribu per bulan yang diterimakan setiap tiga bulan sekali. Pemberian uang transpor itu, menurutnya sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir ini.

Dengan transport itu, maka guru BTQ wajib mengajar pada siswa selama setengah jam setiap hari pada pagi hari. Kebijakan itu, lanjut Soreoso dengan dasar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Bacara Tulis Alquran. 

Dengan tambahan jam BTQ itu, setiap lulus SD/MI, seorang anak harus memiliki ijazah BTQ yang diujikan dari Dinas Pendidikan atau  ijazah syahadah yang diberikan dari lembaga TPQ.

‘’Kalau ada siswa SD/MI belum lulus  BTQ, tetapi ingin sekolah SMP/MTs di Kota Pekalongan, maka harus memiliki ijazah BTQ. Namun, jika mereka belum memiliki maka  di SMP-nya diwajibkan menyelesaikan ijazah BTQ tersebut,'' tambahnya. 

Nadhif, dari Kemenag setempat menjelaskan, di wilayahnya kini ada 35 pondok pesantren, 89 madrasah diniyah, dan 208 tempat pendidikan Alquran (TPQ). Khusus untuk kelancaran guru TPQ dan madin, diberikan batuan intensif guna kelancaran pelaksanaan pendidikan keagamaan tersebut.


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)