• KANAL BERITA

Akses Tertutup, Warga Ancam Tutup Tol

PROTES TOL: Petani dan Warga Desa Wanamulya, Pemalang menyatakan protes sawah mereka tertutup jalan tol.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)
PROTES TOL: Petani dan Warga Desa Wanamulya, Pemalang menyatakan protes sawah mereka tertutup jalan tol.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Petani dan warga Desa Wanamulya, Kecamatan/Kabupaten Pemalang mengancam akan menutup jalan tol trans Jawa, jika pelaksana jalan tol tidak membuatkan terowongan atau blok pedestrian menuju ke area sawah mereka.

Pada Selasa siang (15/5) warga bersama Kaur Kesra Desa Wanamulya, Bambang Satrio, memprotes beramai-ramai di lokasi yang seharusnya dibangun blok pedestrian di pinggir pesawahan desa. Saat ini akses menuju sawah tertutup, sehingga warga harus memutar atau menyeberangi tol.

Menurut warga, Waryani, dengan adanya bangunan tol kini petani di Desa Wanamulya dan Desa Mengori harus menyeberangi tol untuk ke sawahnya. Baik pada saat panen,  mau pun mengangkut sarana tanam padi, lantaran tidak ada akses jalan menuju ke sawah.

Warga harus memutar melewati jalan ke Sumberharjo atau Desa Sewaka. Padahal jaraknya mencapai sekitar lima kilometer. ''Kami tidak bisa membayangkan apabila nanti jalan tol sudah difungsikan. Tentunya kami tidak bisa membawa hasil panen atau pupuk dengan menyeberangi jalan tol,'' kata Waryani.

Tuntut Terowongan

Oleh karena itu mereka minta agar segera dibuatkan akses jalan (terowongan) untuk menuju ke sawah mereka. Jika tidak dibangunkan mereka mengancam akan menutup jalan tol kelak.

Kaur Kesra Desa Wanamulya, Bambang Satrio, membenarkan keluhan warga dan petani tersebut. Bahkan pada hari yang sama Kades Wanamulya, Ribut Triyono, sedang menghadap ke PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) di Tegal.

Menurut Bambang, dulu dalam sosialisasi pembangunan jalan tol di lokasi tersebut akan dibangun blok pedestrian. Dalam gambar perencanaan juga ada. Namun kemudian ketika pembangunan tol dilaksanakan ada rencana lain akan dibangun exit tol di Sewaka. Lintasan exit itu yang memutar ke Desa Sewaka bisa digunakan untuk akses petani ke sawah.

Namun kemudian pembangunan exit tol Sewaka tiba-tiba dibatalkan. Tetapi blok pedestrian juga tidak dibangunkan. Hingga kini kondisinya warga dan petani tidak punya akses jalan lagi ke sawah.


       


(Saiful Bachri/CN40/SM Network)