• KANAL BERITA

Teknologi Mampu Atasi Rob Pantura

DILANDA ROB: Rob melanda di wilayah Pekalongan beberapa waktu lalu sehingga mengganggu kegiatan warga. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
DILANDA ROB: Rob melanda di wilayah Pekalongan beberapa waktu lalu sehingga mengganggu kegiatan warga. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Peneliti Senior Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan Bandung, Prof Dr Ir H Edy Hermawan MSc mengatakan, kondisi lingkungan di wilayah pantura Jawa sudah berubah. Rob dari tahun ke tahun makin membesar, sehingga mendorong semua pihak untuk segera menguasai teknologi untuk mengatasi dampak pengaruh ombak besar air laut itu.

‘’Contohlah Jakarta, yang bisa mengatasi dampak rob dengan teknologi. Rob di Jakarta juga terus meningkat. Berdasarkan data satelit, beberapa daratan rendah sudah tergenang, namun Jakarta mampu mengantisipasi dampaknya dengan teknologi,’’ katanya, menjadi narasumber kelas inspirasi di SMP 2 Pekalongan, baru-baru ini.

Dia juga mencontohkan Belanda, yang wilayahnya berada di bawah permukaan air laut. Namun, Belanda mampu mengatasinya dengan membangun tanggul, sehingga dampak rob tidak mengganggu masyarakatnya.

‘’Kita tidak bisa menolak fenomena alam itu, namun yang terpenting  bagaimana kita mampu menguasai teknologi sehingga dampaknya bisa kita kurangi,’’ kata Eddy Hermawan, yang juga dosen beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia itu.

Menurut Eddy, berdasarkan data satelit, saat ini sudah terjadi kerusakan lingkungan, di kawasan pantura, termasuk Pekalongan, dengan dibuktikan beberapa data yang hilang. Jika masalah rob terus meningkat, maka  langkah yang harus dilakukan adalah menjaga lingkungan dalam upaya mencegah laju rob yang terus meningkat.

Penghijauan kembali juga harus dilakukan dan di sisi lain masyarakat harus cerdas dengan memanfaaatkan teknologi yang ramah lingkungan dengan menaikkan rumah atau dengan teknologi lain. ‘’Upayakan, jika air masuk, supaya baunya tidak menyengat,’’ katanya.

Eddy berharap, harus ada koordinasi yang tegas antara pusat, daerah dan lembaga-lembaga riset di pusat dan  daerah supaya bersinegi bahu membahu, guna menyelamatkan pengawasan pantura dari bahaya rob. Sebab jika kondisi itu dibiarkan semakin parah, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat setempat.

Mengenai sudah mulai dibangunnya tanggul laut, dia mempertanyakan seberapa besar fungsi tanggul itu bisa bertahan dalam menanggulangi air laut masuk ke daratan.  Dia berharap, tanggul bisa bertahan lama seperti negara Belanda.

Menurutnya, dampak rob akan mengganggu perekonimian dan paling dirasakan sebagian besar masyarakat bawah. Jakarta juga diserang rob, tetapi karena sudah diantisipasi dengan teknologi maka dampaknya tidak terlalu besar seperti yang terjadi daerah-daerah. 


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)