• KANAL BERITA

Jokowi Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, dibanding negara-negara lain, dampak ketidakpastian ekonomi dan volatilitas keuangan global yang dialami Indonesia masih lebih baik.

"Kita masih jauh lebih baik dan faktor eksternal yang lain, seperti harga minyak, potensi perang dagang Amerika-Tiongkok, serta kondisi geopolitik internasional," kata Presiden terkait ketidakpastian ekonomi yang yang dipicu kebijakan normalisasi moneter di Amerika Serikat.

Hal itu dikemukakan Preside dalam pengantarnya saat memimpin Rapat Terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2019, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/5) pagi.

Meskipun demikian, Presiden mengingatkan agar semua pihak selalu waspada terhadap risiko, terutama ketidakpastian global, ketidakpastian ekonomi global, dan volatilitas keuangan global.

"Kita juga perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini, serta melakukan antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru perekonomian global," tutur Presiden.

Presiden juga mengingatkan perlunya tetap fokus menjaga stabilitas keamanan. Sehingga kerja untuk perbaikan kesejahteraan, penurunan kemiskinan, serta menciptakan lapangan pekerjaan terus dapat dipercepat, diperbaiki.

Sebelumnya di awal pengantarnya, Jokowi meminta agar momentum pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2018 yang mencapai angka 5,06 persen terus lebih ditingkatkan lagi, dengan menjaga daya beli, meningkatkan investasi, dan meningkatkan daya saing ekspor.

Khusus untuk ekspor, Presiden menekankan agar berbagai hambatan baik di perizinan, di perbankan, di pembiayaan, termasuk pajak, dan kepabeanan harus segera dihilangkan, bukan hanya dari pemerintah pusat termasuk yang berasal dari pemerintah daerah. "Segera lakukan sekarang dan kita harapkan manfaatnya akan segera kelihatan," tegas Presiden.


(Fauzan Jayadi/CN41/SM Network)