• KANAL BERITA

Pelayan Warung Lesehan Dirazia, Seorang Terindikasi Positif Narkoba

TERJARING RAZIA : Petugas Satpol PP Kabupaten Brebes mengamankan sejumlah pelayan warung lesehan yang terjaring razia untuk di bawa ke Kantor Satpol PP dan menjalani test urine. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
TERJARING RAZIA : Petugas Satpol PP Kabupaten Brebes mengamankan sejumlah pelayan warung lesehan yang terjaring razia untuk di bawa ke Kantor Satpol PP dan menjalani test urine. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes menggelar ke sejumlah warung lesehan yang tersebar di wilayah Kota Brebes, Senin malam (14/5). Dari razia menyambut bulan Ramadhan itu, seorang pelayan warung lesehan terindikasi positif menggunakan narkoba.

Sedikitnya 33 pelayan warung lesehan dari beberapa titik di Kota Brebes terjaring dalam razia tersebut. Mereka berasal dari warung lesehan di Alun-alun Kota Brebes, kawasan Stadion Karangbirahi dan kompleks gedung Islamik Senter Brebes.

Dari puluhan pelayan warung lesehan yang terjaring razia tersebut, mereka menjalani test urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba. Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan identitas diri.

"Dari 33 pelayan lesehan ini kami cek urinenya. Tadi, ada satu pelayan yang terdeteksi menggunakan narkoba jenis obat penenang. Nanti kami adakan penelitian lebih lanjut," ungkap Santoso, salah satu petugas BNK Brebes disela-sela kegiatannya.

Ketika nantinya diketahui melakukan penyalahgunaan narkoba, kata dia, pihak BNK akan membawa yang bersangkutan ke panti rehabilitasi. "Sementara yang bersangkutan ini, kami amankan ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan pendalaman," sambungnya.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Budhi Darmawan mengatakan, giat razia digelar bertujuan untuk ketertiban masyarakat, khususnya menjelang bulan puasa akan tercipta kondisi yang aman. Ada pun sasarannya warung lesehan, karena diidikasikan menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.

Menurut dia, dari puluhan pelayan warung lesehan tersebut, diketahui juga banyak yang tidak mengantongi identitas diri. Mereka beralasan kartu identitas seperti KTP tertinggal di tasnya. "Kami juga cek satu per satu identitas diri, dan diketahui banyak yang tidak membawa," tandasnya.

Dalam razia ini pihaknya menerjunkan 54 personel. Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin untuk menjaga ketertiban di Brebes, khususnya saat bulan Ramadan. "Kami juga meminta pemilik warung lesehan untuk menandatangani surat pernyataan agar tidak menjual minuman keras dan selalu berpakaian sopan ," pungkasnya


(Bayu Setiawan/CN41/SM Network)