• KANAL BERITA

Jokowi Hadiri Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara

Foto: Kemenag
Foto: Kemenag

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lebih dari 1.000 pendakwah deklarasikan Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara (GN-MBN) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Deklarasi ini disaksikan Presiden Jokowi yang hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Deklarasi ini dilakukan bersamaan kegiatan Halaqah Nasional Hubbul Wathan yang diselenggarakan oleh Ikhwanul Muballighin. Ketua Ikhwanul Mubalighin Mujib Chudlori menyatakan bahwa Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara dilaksanakan sebagai wujud kecintaan pada NKRI.

"Hubbul Wathan Minal Iman. Cinta tanah air sebagian dari iman. Oleh karena itu, kewajiban tiap muslim untuk menjaga dan membela negaranya. Ikhwanul Muballighin siap berada di garis terdepan membela negara dan membela agama," tutur Mujib, Senin (14/5).

Dipimpin Rokhmin Dahuri, para juru dakwah ini kemudian membacakan Deklarasi Gerakan Nasional Muballigh Bela Negara yang berisi lima poin. Di antaranya menjunjung tinggi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan bela negara guna menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta menolak dan melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan anti Negara Kesatuan Republik Indonesia, perbuatan intoleransi, radikalisme, komunisme, liberalisme dan segala jenis kemaksiatan dan terorisme diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kegiatan tersebut. Jokowi pun menyatakan, menjadi kewajiban bersama untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala ancaman.

“Saya kira ini (deklarasi) harus diteruskan dan ditindaklanjuti,” kata Jokowi. Menurutnya, negara Indonesia adalah negara besar. Maka untuk membuat perubahan dan kemajuan butuh upaya yang juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.


(Fadhil Nugroho Adi, Kemenag/CN41)