• KANAL BERITA

Putra Ki Enthus Kenang Ayahnya sebagai Sosok Pekerja Keras

Foto: Pemprov Jateng
Foto: Pemprov Jateng

SLAWI, suaramerdeka.com - Bupati Tegal non aktif Ki Enthus Susmono meninggal dunia pada Senin (14/5) sekitar pukul 19.15 karena serangan jantung. Putra Enthus Susmono,

Firman Haryo Susilo menyampaikan, almarhum merupakan seorang pekerja keras, pribadi pembelajar, dan orang yang kepo. Selama hidupnya bekerja tanpa mengenal waktu, lelah, dan tidak pernah sakit ataupun mengeluh sama sekali

“Kalau mengeluh capek iya, biasanya Abah cuma minum obat terus tidur kemudian bangun sudah guyonan lagi,” ungkapnya saat melepas janzah ayahnya ke peristirahatan terakhir, Selasa (15/5).

Sejak jadi dalang sampai sekarang menjadi bupati, almarhum selalu bekerja tidak mengenal lelah dan terus belajar mengaji. Bahkan Firman mengaku iri terhadap semangat belajar Ki Enthus. Terlebih sampai detik akhir usia hidupnya, almarhum tidak merasa capai untuk belajar hingga menghasilkan karya-karya luar biasa dan berbagai prestasi.

“Saya yang muda merasa iri dengan Abah. Beliau seniman yang terus belajar serta rajin mengaji. Saya tidak bisa seperti itu, bahkan saat SMA saya bedud (bandel) dan sering bolos. Ketika saya melihat Abah mengaji dan belajar tentang pemerintahan, mencatat pakai tulisan tangan bukan ketikan, itu yang memotivasi saya untuk terus belajar,” terangnya.

Sembari terisak Firman mengatakan, sebenarnya masih banyak capaian yang ingin dipertahankan dan diraih. Antara lain pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, memperbanyak pemugaran rumah tidak layak huni, dan jambanisasi.

“Saya atas nama keluarga mohon maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya segala kesalahan Abah selama menjabat maupun sebelum menjabat bupati. Semua kejelekan almarhum mohon dimaafkan, Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Tegal, semoga pengabdiannya selama lima tahun bisa mengantarkan Abah ke surga,” harapnya.


(Fadhil Nugroho Adi, Pemprov Jateng/CN41)