• KANAL BERITA

MUI Wonosobo Kecam Tindakan Teroris

Ketua MUI Wonosobo, Muchotob Hamzah, memimpin doa keselamatan atas Wonosobo dan Indonesia di sela kegiatan pemusnahan ribuan botol miras dan tuak di TPA Sampah Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Senin (14/5). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Ketua MUI Wonosobo, Muchotob Hamzah, memimpin doa keselamatan atas Wonosobo dan Indonesia di sela kegiatan pemusnahan ribuan botol miras dan tuak di TPA Sampah Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Senin (14/5). (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo mengecam dan mengutuk keras aksi terorisme yang dilakukan pelaku bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya. Aparat penegak hukum diminta terus memburu otak yang mendalangi aksi-aksi kejahatan tak manusiawi, yang mencederai kebhinekaan dan kerukunan ummat beragama di negara ini.

"Ideologi ektrem memang selalu ada di mana pun kehidupan masyarakat. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu waspada, baik dengan cara deradikalisasi maupun penegakan hukum. Kami sangat menyayangkan dan mengutuk tindakan-tindakan terorisme karena tidak sesuai dengan ajaran kita," ujar Ketua MUI Wonosobo, Muchotob Hamzah, kepada wartawan, Senin (14/5) siang.

Rektor Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo itu mengimbau, warga masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal maupun tempat peribadatan. "Kami mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Wonosobo meningkatkan kehati-hatian terhadap orang-orang yang aktivitasnya mencurigakan," imbau dia.

Aparat keamanan dan penegak hukum juga diharapkan bersikap tegas untuk melacak dan menangkap aktor intelektual di balik aksi-aksi terorisme yang terjadi tersebut. Seperti halnya kasus bom bunuh diri di Surabaya dengan melibatkan satu keluarga, dia memandang hal itu sangat mungkin terjadi. "Bagi mereka keluarga itu sangat potensial, karena bisa menjamin kerahasiaan mereka beraksi. Ini harus diantisipasi," tandas dia.

Senada, Sekretaris 2 Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Wonosobo, Samuel Sambudi, juga mengaku sangat prihatin dengan makin maraknya aksi terorisme di sejumlah daerah. "Kami tentu sangat prihatin dengan berbagai kejadian itu. Dari FKUB juga berkomitmen untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat. Alhamdulillah, puji Tuhan di Wonosobo masih sangat kecil dan tidak ada," beber dia.

Di Wonosobo, kehidupan beragama masyarakatnya masih sangat kondusif sekali, meski pun hidup dalam berbagai keberagaman. Kondisi ini diharapkan bakal selalu terjaga. Meski pun demikian, pihaknya terus berupaya memberikan ajakan agar para tokoh agama meningkatkan kewaspadaan di lingkungan mau pun tempat ibadah mereka masing-masing. "Kewaspadaan juga penting dilakukan," akunya.

Pihaknya juga sangat bersyukur, saat ini terjadi komunikasi yang baik antara para tokoh agama dengan aparat keamanan dan penegak hukum. Karena, untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat terus berupaya melakukan komunikasi, melakukan patroli dan ikut menjaga tempat-tempat ibadah. "Kami sangat mengapresiasi ini. Semoga terus dilakukan agar situasi ini tetap aman dan kondusif," harap dia.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)