• KANAL BERITA

KPA Sasar Calon Pengantin Muda

Tekan Penyebaran HIV/AIDS

Salah seorang Dokter Seksiolog, Andri Putranto memberikan materi kepada peserta penyuluhan terkait penanggulangan penyakit HIV/AIDS terhadap calon pengantin dan keluarga muda di Bale Tawangpraja, Balai Kota, Solo. (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Salah seorang Dokter Seksiolog, Andri Putranto memberikan materi kepada peserta penyuluhan terkait penanggulangan penyakit HIV/AIDS terhadap calon pengantin dan keluarga muda di Bale Tawangpraja, Balai Kota, Solo. (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com – Untuk menekan penyebaran HIV/AIDS Pemkot Surakarta dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) intensif melakukan penyuluhan dan sosialisasi dengan menyasar calon pengantin muda. Penanggulangan penyakit ini pada usia muda dinilai efektif untuk mengurangi dan memimalisasi.

Acara di Bale Tawangpraja, Balai Kota Surakarta itu, dihadiri lebih kurang 200 peserta dari penyuluh agama di tiap kecamatan kota surakarta dan calon pengantin dan keluarga muda dari kecamatan, Banjarsari, Serengan dan Laweyan.

‘’Kegiatan ini merupakan bentuk KPA dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS pada usia produktif, yaitu keluarga muda dan calon pengantin, sehingga sosialisasi tersebut dapat diterapkan peserta yang hadir agar penyebaran penyakit tersebut tidak meluas,’’ kata Program Manager KPA, Tommy Prawoto, Senin (14/5).

Menurut Tommy, kegiatan tersebut sebagai upaya KPA dan Pemkot mencapai target 90 persen masyarkat Solo bebas dari HIV/AIDS. Sosialisasi dan gerakan ke masyarakat terus digalakkan, selain itu penyuluh agama yang datang bisa menjadi agen penyuluhan terkait penyakit itu.

‘’Di tiap kelurahan yang ada di Solo sudah kami bentuk tim Warga Peduli AIDS (WPA). Maka dari itu mereka menjadi panjang tangan kami untuk membina dan mendidik masyarakat terkait penanggulangan penyebaran HIV/AIDS,’’ ujarnya.

Tommy menyatakan, tes terhadap calon pengantin dan keluarga muda dimaksudkan agar tidak berdampak pada anak yang dilahirkan. Pengetesan ini untuk menekan dan meminimalisasi penyebaran penyakit.

Media Penyebaran

Lebih lanjut, Dokter Seksiologi, Andri Putranto yang mengisi materi dalam penyuluhan tersebut menyatakan, ada beberapa media penyebaran yang bisa menularkan penyakit HIV/AIDS.

‘’Cairan sperma, cairan vagina dan cairan darah, ketiga hal tersebut yang dapat menularkan penyakit HIV kepada orang yang sehat. Selain itu Air Susu Ibu (ASI) bisa menjadi media penularan ketika balita menggigit terlalu keras dan menyebabkan luka,’’ jelas Andri.

Andri mengatakan, selama orang sehat tidak memiliki luka di tubuh, darah dari penderita AIDS tidak akan tertular. Andri menyatakan perlu kesadaran masyarakat terhadap budaya bersih di lingkungan tempat tinggal. Selain itu pencegahan dapat dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan.

‘’Budaya hidup sehat perlu diterapkan dilingkungan tempat tinggal. Virus HIV/AIDS bisa mati setiap kali orang mencuci tangan dengan sabun. Selain itu sinar matahari juga dapat membunuh virus tersebut,’’ jelasnya.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)