• KANAL BERITA

Tradisi Cuci Karpet, Ya di Kali Gung Danawarih

Sejumlah warga beramai-ramai mencuci karpet di aliran Sungai Gung Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)
Sejumlah warga beramai-ramai mencuci karpet di aliran Sungai Gung Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)

TEGAL, suaramerdeka.com - Seolah menjadi tradisi tahunan, aliran Sungai Gung di dekat Bendungan Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal selalu ramai menjelang bulan puasa tiba. Ratusan warga dari berbagai kecamatan hilir-mudik di kawasan yang berdekatan dengan makam pendiri Tegal, Ki Gede Sebayu itu.

Tidak sekadar mandi, ratusan warga juga mencuci karpet mushala dan masjid yang sudah menjadi tradisi mereka setiap menjelang bulan Ramadan tiba, beberapa hari lagi.

Itu pula yang dilakukan Karjono, warga asal Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang. Ia mengatakan, tidak ada ritual khusus dalam tradisi cuci karpet tersebut. Yang dilakukannya hanya membersihkan perlengkapan ibadah yang akan digunakan selama Ramadan.

‘’Ini kan mau Ramadan, supaya bersih saja. Setiap tahun seperti itu,’’ kata Ketua Pengurus Mushala Darussalam tersebut, Minggu (13/5).

Karjono tidak tahu persis kapan tradisi cuci karpet tersebut bermula. Sejak ia masih kecil, kebiasaan membersihkan karpet mushala itu sudah ada. Pantauan di lapangan, anak-anak, remaja maupun dewasa berbaur untuk mencuci karpet.

Sebagian warga datang berbondong-bondong dengan mengendarai mobil pikap dan membawa berbagai macam karpet. Ada pula warga yang datang dengan sepeda motor. Sebagian karpet yang sudah dicuci dijemur di sejumlah tempat dekat aliran sungai tersebut.

Air Jernih

Ada juga yang dibawa pulang dengan kondisi basah karena lokasi untuk menjemur sudah penuh. Warga memilih aliran Sungai Gung Danawarih untuk mencuci karpet karena debit air deras dan besar. Lokasinya juga luas dan airnya jernih.

Mulyanto, warga Kecamatan Adiwerna mengatakan, tradisi cuci karpet itu sudah sejak puluhan tahun lalu. Biasanya, cuci karpet itu dimulai sejak seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Begitu terus hingga berakhir sehari sebelum memasuki masa puasa.

‘’Kali Gung Danawarih selalu menjadi tempat yang ramai dikunjungi karena beberapa faktor. Selain berdekatan dengan kompleks makam Ki Gede Sebayu, juga di situ ada jembatan gantung yang mempunyai pemandangan bagus,’’ terang Efendi, salah satu warga. 


(M Firdaus Ghozali/CN40/SM Network)