• KANAL BERITA

Jalur Wisata Selo-Ampel Dibeton

ANYAMAN BESI: Anyaman besi beton dipasang pada jalan yang selanjutnya dicor di ruas jalan Selo-Ampel. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
ANYAMAN BESI: Anyaman besi beton dipasang pada jalan yang selanjutnya dicor di ruas jalan Selo-Ampel. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kerusakan jalur wisata Selo-Ampel diperbaiki oleh Pemkab Boyolali dengan rigid beton bertulang. Namun, peningkatkan jalan dilakukan dengan memperbaiki ruas kanan terlebih dahulu, sehingga masyarakat masih dapat melintas di ruas satunya, dengan sistem buka tutup.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Boyolali, Nyoto Widodo mengakui, kondisi jalan kabupaten sepanjang 13,8 kilometer itu rusak parah. Aspal mengelupas sehingga debu beterbangan saat kendaraan melintas.

Perbaikan tidak menutup jalan sepenuhnya, melainkan ruas kanan dulu. Selain itu, masyarakat bisa menggunakan jalur alternatif di tengah kampung. ‘’Peningkatan jalan dengan sistem rigid beton tebal itu memakan anggaran sebesar Rp 3 miliar,’’ jelasnya. 

Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi hasil Cukai Tembakau (DBHCT) Rp 2,97 miliar dan ditambah dana pendamping dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Boyolali sebesar Rp 30 juta. ‘’Perbaikan kami utamakan yang rusak parah, yakni dari pertigaan Candisari sampai Gebyok, Desa Samiran,’’ katanya.

Panjang jalan yang rusak berat hanya 2,09 km dari total panjang 13,8 km. Sedangkan, 1,62 km rusak ringan dan 1,75 kilomter sisanya rusak sedang. ‘’Yang 8,34 km kondisinya masih baik, yakni masih berupa aspal hotmix,’’ tambahnya. 

Peningkatan jalan tersebut disambut positif warga sekitar. Warga berharap jalan itu kembali ramai aktivitas kendaraan, terutama pikap pengangkut sayuran dari dan menuju pasar Cepogo. ‘’Sudah cukup lama jalan ini rusak. Debu yang timbul sangat mengganggu warga sekitar,’’ kata warga Ampel, Haryanto.

Dia berharap, pelaksanaan pembangunan ini dapat segera selesai, sehingga Lebaran nanti, kondisi jalansudah bagus dan nyaman dilewati kendaraan. Saat ini, jalanyang menanjak cukup menyulitkan pengguna, terutama dari arah Selo.

‘’Pengguna harus ekstra hati-hati ketika melintas jalan tersebut agar tidak celaka. Padahal jalur tersebut sangat ramai saat jam-jam tertentu.  ‘’Masyarakat di wilayah Selo kalau mau ke Semarang lebih memilih jalur tersebut,’’ tandasnya. 


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)