• KANAL BERITA

Pedagang di Jalan Mangga, Menolak Pindah

Dampak Pasar Darurat Banjarsari

foto: istimewa
foto: istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Puluhan pedagang di Jalan Mangga mendatangi Kantor Wali Kota Pekalongan, Senin (14/5). Mereka menolak dipindah dari lokasi tersebut, menyusul rencana penempatan pedagang Pasar Banjarsari di pasar darurat di Jalan Pati Unus, Taman Pati Unus dan Jalan Mangga dan sekiranya.

Sebelumnya, dari 1.196 pedagang Pasar Banjarsari yang terdaftar di Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, akan ditempatkan di lokasi pasar darurat. Ada pun pembagiannya, 815 pedagang akan ditempatkan di Jalan Pati Unus dan Taman Pati Unus. Sementara sisanya akan menempati ruas Jalan Mangga, Jalan Nanas, Jalan Rambutan dan Jalan Blimbing.

Luluk, salah seorang pedagang sayur di Jalan Mangga mengatakan, ia sudah berjualan di Jalan Mangga selama 15 tahun. ‘’Saya sudah berjualan di sana selama 15 tahun. Saya nggak mau pindah,’’ kata Luluk.

Dia memprotes rencana penempatan pedagang fashion di Jalan Manggis. Menurut dia ada informasi 82 pedagang fashion akan ditempatkan di Jalan Mangga. ‘’Kami waswas. Kami mau dipindah ke mana? Kami kan sudah lama di situ, kok disuruh pindah. Pokoknya Jalan Mangga nggak bisa ditempati fashion," sambungnya.

Tarsunah, pedagang mi juga menolak dipindah dari Jalan Manggis. Menurut dia, sejak Pasar Banjarsari dibangun, ia sudah berjualan di Jalan Manggis. ‘’Saya sudah lama di situ. Saya minta tetap berjualan. Untuk pedagang fashion kan sudah dibangunkan di Taman Pati Unus, ya ditempatkan di situ. Jangan orang yang sudah mapan, sudah sepuh disuruh pindah,’’ paparnya.

Perwakilan pedagang kemudian ditemui Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop dan UKM) Kota Pekalongan Zaenul Hakim. Selain itu juga Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan Muadi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Joko Purnomo.

Tarmin, pedagang sayur di Jalan Mangga mengatakan tidak mau  dipindah. ‘’Kami tidak mau dipindah. Kami tidak mau tempat kami diambil alih oleh pedagang pakaian. Kami sudah permanen di sana, jangan diobrak-obrak,’’ kata dia.

Pedagang Lantai III

Zamroni, pedagang di Jalan Mangga lainnya mengatakan, pedagang yang berjualan di Jalan Mangga dulunya adalah pedagang yang menempati lantai III Pasar Banjarsari. Karena lantai III sepi, pedagang berjualan di Jalan Mangga.

‘’Dulu punya KIP. Tapi karena tidak mampu ngangsur, sehingga punya tunggakan. Jadi saat ini tidak punya KIP. Terus nasibnya bagaimana?’’ tanya Zamroni.

Menanggapi itu, Zaenul Hakim mengatakan, pembagian zonasi dan komposisi pedagang sudah sesuai dengan permintaan pedagang yang disampaikan melalui perwakilan paguyuban pedagang. ‘’Zonasi dan komposisi sudah ideal dan sudah disepakati pedagang,’’ terangnya.

Dari 1.196 pedagang Pasar Banjarsari yang telah mendaftar di Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, 815 pedagang akan ditempatkan di Jalan Pati Unus dan Taman Pati Unus. Sementara sisanya akan menempati ruas Jalan Mangga, Jalan Nanas, Jalan Rambutan dan Jalan Blimbing.

Untuk penempatan pedagang di beberapa ruas jalan tersebut masih menunggu proses pembangunan pasar darurat okeh DPU. ‘’Untuk penataan pedagang di Jalan Mangga masih menunggu pengumuman lebih lanjut,’’ sambungnya.

Sementara untuk penataan pedagang di Jalan Sultan Agung akan dilaksanakan Selasa (15/5) ini. Muadi menjelaskan, pedagang yang berjualan di Jalan Sultan Agung yang mempunyai Kartu Identitas Pedagang (KIP) akan ditempatkan di Taman Pati Unus dan Jalan Pati Unus. Sedangkan yang tidak mempunyai KIP akan dialihkan ke Jalan Blimbing.


(Isnawati/CN40/SM Network)