• KANAL BERITA

Warga Pertanyakan Dugaan Pungli Rekrutmen

AUDIENSI: Sejumlah perwakilan gerakan jalan lurus (GJL) saat audiensi dengan perwakilan RSUD Soewondo kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
AUDIENSI: Sejumlah perwakilan gerakan jalan lurus (GJL) saat audiensi dengan perwakilan RSUD Soewondo kemarin. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Sejumlah warga yang mengatasnamakan gerakan jalan lurus (GJL) mendatangi rumah sakit umum daerah (RSUD) Soewondo Pati, mempertanyakan dugaan pungutan liar saat proses rekrutmen di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

‘’Maka dari itu kami meminta klarifikasi kepada direktur RSUD Soewondo agar lebih jelas,’’ kata ketua GJL Riyanta.

Pihaknya menunggu data terkait dugaan pungli rekrutmen BLUD tersebut. Jika nanti ada masyarakat yang menunjukkan bukti setor atau pernyataan minimal dua orang bisa dibawa ke ranah hukum.

Sementara itu, Direktur RSUD RAA Soewondo Suworo Nurcahyono mengaku mendengar informasi dugaan pungli rekrutmen BLUD tersebut. Namun setelah dilakukan pemanggilan terhadap semua panitia pelaksana rekrutmen, diakuinya tidak ada pungli tersebut.

‘’Saya langsung memanggil para pihak pelaksana dan memintai keterangan. Namun disebutkan tidak ada pungli semua dijalankan sesuai prosedur dan profesional,’’ terangnya.

Dia mengatakan, meski BLUD menjadi kewenangan rumah sakit namun untuk proses rekrutmen tenaga honorer tetap sesuai prosedur, termasuk dalam memilih tim penguji yang mempunyai independensi tinggi.

‘’Awalnya tim penguji dari rumah sakit sendiri, namun karena kami takut muncul kecurigaan kemudian kami percayakan proses rekrutmen hingga proses pengujian ke pihak yang independen dan profesional dari Undip,’’ katanya.

Suworo Nurcahyono menegaskan, tidak pernah mengutak-utik hasil rekrutmen tersebut dan setuju membuka jika ada oknum benar-benar diketahui memiliki bukti kuat melakukan pungutan.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)