• KANAL BERITA

Pencurian Patung di TITD Grajen Dilaporkan ke Polisi

CEK LOKASI: Petugas Polsek Semarang Tengah mengecek lokasi pencurian di TITD Grajen, Sabtu (12/5) malam. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
CEK LOKASI: Petugas Polsek Semarang Tengah mengecek lokasi pencurian di TITD Grajen, Sabtu (12/5) malam. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pencurian patung Kongco Hian Thian Siang Tee di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Grajen di Jl Grajen, Karanglo, Semarang yang diduga dilakukan umat TITD diadukan ke Polsek Semarang Tengah.

Patung diambil beserta perangkatnya seperti jubah dan pedang pada Sabtu (12/5) jam 19.25. Tim Setra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Reskrim, dan Inafis Polsek Semarang Tengah langsung menuju ke tempat pencurian untuk melakukan penyelidikan. 

''Kejadian pencurian itu terekam kamerat CCTV di TITD Grajen. Pihak kepolisian sudah menyelidiki perkara yang diduga melibatkan umat,'' kata Pengawas Yayasan TITD Grajen, Danu Wiwoho alias Jio Eng Hoo selaku pelapor dalam perkara tersebut di Semarang, Minggu (13/5).

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Kemas Indra Natanegara juga hadir di lokasi pencurian. Tiga penjaga sempat menghalangi upaya pencurian, tapi pelaku membawa tujuh orang tak dikenal yang menghadang penjaga TITD. 

Menurut dia, peristiwa pencurian itu juga mengejutkan tiga orang yang sedang bersembahyang di TITD. Kerugian akibat pencurian patung itu tak ternilai, sedangkan jubah yang juga hilang itu seharga Rp 2 juta.

''Kami memperoleh informasi, patung itu dibawa ke Klenteng Welahan, Jepara. Kami harap pihak kepolisian bisa menangani perkara ini, karena tindak pidana ini meresahkan umat,'' ungkapnya. Pelaku awalnya datang bersama rombongan, hingga akhirnya mengambil kursi untuk selanjutnya mencuri patung tersebut. 

Tiga saksi dalam perkara ini ialah Munawar (50) pekerja TITD, Meki Budiono penjaga TITD, serta Junaidi Prabowo Ketua RT02/ RW03 Kelurahan Jagalan. Surat laporan polisi itu dicatat petugas SPKT Semarang Tengah dengan nomor STBLP/115/V/2018/SekSmgTengah.

Laporan itu diterima Kepala SPKT Regu III Aiptu Purwantoro, tertanggal 12 Mei 2018. Dalam laporannya, Purwantoro mencatat tindak pidana pelaku itu diatur dalam pasal 352 KUHP. Adapun, modus yang dilakukan pelaku ialah mencari kelengahan.


(Royce Wijaya/CN39/SM Network)