• KANAL BERITA

Sabet 51 Penghargaan Kartun Dunia, SMP 17 Pecahkan Rekor

Direktur Leprid Paulus Pangka menyerahkan penghargaan kepada guru Seni dan Budaya SMP 17 Suratno atas rekor Sekolah Peraih Penghargaan Lomba Kartun Dunia Terbanyak dalam Setahun di sekolah tersebut Jl Jangli Semarang. (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)
Direktur Leprid Paulus Pangka menyerahkan penghargaan kepada guru Seni dan Budaya SMP 17 Suratno atas rekor Sekolah Peraih Penghargaan Lomba Kartun Dunia Terbanyak dalam Setahun di sekolah tersebut Jl Jangli Semarang. (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Keberhasilan SMP 17 Semarang mengumpulkan 51 penghargaan dalam kompetisi Kartun tingkat Internasional selama setahun, telah memecahkan rekor dunia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Leprid Paulus Pangka  saat menganugerahkan penghargaan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia  (Leprid) di sekolah Jl Jangli Semarang, Sabtu (12/5). 

"Keberhasilan SMP 17 Semarang meraih 51 penghargaan dalam lomba kartun Internasional selama 2017 hingga 2018 ini patut kita apresiasi. Ini bukan lagi memecahkan rekor Indonesia, namun dunia. Karena kami telah melakukan penelusuran belum ada prestasi rekor seperti ini sebelumnya sehingga Leprid berani mengatakan ini rekor dunia serta mengapresiasinya sehingga dapat menginspirasi lainnya," jelasnya. 

Paulus mengatakan, Leprid telah mencatatkan rekor ke-360 bagi SMP 17 Semarang sebagai "Sekolah Peraih Penghargaan Lomba Kartun Dunia Terbanyak dalam Setahun" . Leprid menurutnya, akan senantiasa berusaha membawa prestasi insan Indonesia ke kancah Internasional. Namun apa yang telah dicapai SMP 17 dalam prestasi lomba kartun cukup fantastis dengan penghargaan tingkat dunia. Apalagi SMP 17 bukan merupakan sekolah yang diunggulkan dan difavoritkan, namun kini mampu mengangkat derajatnya menjadi sekolah berprestasi yang senantiasa melakukan inovasi dan kreatifitas di bidang seni. 

"Kami ingin prestasi yang diraih SMP 17 ini bisa ditularkan dan menginspirasi sekolah lainnya. Anak-anak sebagai generasi penerus kartunis ini juga diharapkan terus berinovasi dalam berkarya sehingga tidak berhenti untuk mengharumkan Indonesia dalam pencapaian prestasi kedepan," jelasnya. 

Prestasi lomba kartun tingkat dunia yang diraih SMP 17 Semarang tersebut di antaranya prestasi Rahma Sekar Aprilia (14) kelas IX yang menang dalam Lomba Kartun Pelajar di China tahun 2017 dengan mengangkat tema "Smartphone, HP Cerdas Untuk Menabung". Pretasi lomba kartun dunia lainnya juga dipersembahkan dari Hanani Trisima Anjani (15) siswa kelas IX yang berhasil Juara dalam kompetisi Kartun Pelajar Tingkat Internasional di Cina tahun 2018 dengan mengangkat tema Lingkungan Hidup dan Kekeringan" yang berhasil menyisihkan 3000 karya kartunis pelajar sedunia. 

Hanani mengatakan prestasi yang diraihnya tersebut tidak lepas dari peran aktif guru dan sekolah dalam membimbing siswa melalui ekstrakurikuler kartun yang dibimbing Suratno. 

"Selama ikut ekstrakurikuler kartun kami terus digembleng untuk menggambar, mencari ide dan melihat isu-isu dunia melalui dunia maya. Untuk belajar  menggambar kita lebih mudah daripada mencari ide. Namun begitu kita terus mengasah kreativitas ide dengan memantau perkembangan dunia melalui dunia maya, juga mencari referensi dari ide kartunis dunia," jelas siswa yang belajar kartun sejak kelas VIII tersebut. 

Suratno (54), guru Seni dan Budaya SMP 17 Semarang mengatakan, ekstrakurikuler kartun dimuali sejak 2017 atas anjuran Jitet Kustana, kartunis senior yang banyak meraih penghargaan dunia. "Pak Jitet minta saya agar anak-anak SMP mulai diajarkan membuat kartun dan ikut lomba internasional. Ia mengaku saat ini generasi kartunis mulai berkurang, untuk itu perlu regenerasi agar prestasi kartun Indonesia tdi tingkat dunia bisa terus berkibar. Awalnya kami mengajarkan anak-anak gambar tokoh-tokoh dunia kemudian cara mengembangkan ide serta mencari referensi di internet," jelasnya, yang mengaku ikut menyumbangkan 12 penghargaan dunia dari 51 penghargaan tersebut. 

Ia mengaku prestasi anak didiknya cukup membanggakan, karena baru-baru ini sembilan kartun karya anak SMP 17 Semarang diapresiasi dan dipajang di museum Argentina. Tak hanya itu, SMP 17 juga digandeng oleh kelompok kartun negara lain dalam setiap pameran dengan saling menukarkan karya untuk pameran. Seperti halnya pameran di sekolahnya yang menampilkan 100 karya kartun dari 32 negara ada 60 karya dan sisanya adalah karya siswanya. 

Jitet Kustanam, Kartunis Senior dan Mentor siswa SMP 17 Semarang mengaku, siswa SMP perlu digembleng untuk menumbuhkan kartunis-kartunis muda yang berbakat karena mereka masih muda dan kritis. "Kanapa kami harus mempersiapkan siswa SMP untuk menjadi kartunis berbakat, karena mereka masih muda, masih semangat, energinya berlebih, kreatif, kritis dan inovatif. Regenarasi kartunis melalui pendidikan sejak dini harus dimulai karena kartunis-kartunis senior lambat laun harus segera digantikan yang muda. Prestasi kartunis Indonesia cukup banyak di tingkat dunia, kami ingin yang muda-muda dapat melanjutkan untuk mengharumkan nama bangsa," jelasnya. 

Sutarto, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang mengaku, terkejut dengan prestasi SMP 17 Semarang. "Saya bangga atas prestasi siswa begitu jjuga dengan guru dan sekolah yang mempunyai andil dalam pencapaian ini. Kami harap prestasi ini terus berkelanjutan. Apa yang dianugerahkan Leprid dapat menjadi pemacu prestasi kedepannya," jelasnya. 


(Maulana M Fahmi/CN40/SM Network)