• KANAL BERITA

Investasi Perusahaan Besar Nihil

Investasi UMKM Wonogiri Rp 147 Miliar

Pekerja mengemas produk yang berupa beras organik di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Pekerja mengemas produk yang berupa beras organik di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com – Hingga awal Mei 2018 ini, nilai investasi di Kabupaten Wonogiri menyentuh angka Rp 147,47 miliar. Seluruhnya merupakan investasi dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan belum ada satu pun investasi dari perusahaan besar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Wonogiri, Eko Subagyo mengungkapkan, pihaknya kini lebih mendorong realisasi investasi dari UMKM. Pasalnya, investasi UMKM lebih riil karena terealisasi saat itu juga.

"Kalau investasi perusahaan besar angkanya memang terlihat besar. Tetapi, investasinya baru bisa direalisasikan dalam jangka waktu beberapa tahun kemudian," terangnya.

Menurut dia, investasi senilai dari Rp 10 miliar lebih dikategorikan sebagai usaha besar. Ada pun investasi Rp 500 juta-10 miliar sebagai usaha menengah dan Rp 50-500 juta merupakan usaha kecil dan di bawah Rp 50 juta merupakan usaha mikro.

Sebagian besar investasi di Wonogiri saat ini didominasi sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp 64,33 miliar. Antara lain berupa usaha pertokoan dan bengkel. Investasi terbesar kedua berasal dari sektor konstruksi senilai Rp 60,78 miliar.

Ada satu perusahaan berinvestasi di sektor pertambangan, nilainya Rp 5,64 miliar. "Izin usaha pertambangan diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi. Investasi yang masuk itu berupa pertambangan pasir dan batu tras di Kecamatan Puhpelem," ujarnya.

Sementara itu, investasi di sektor makanan Rp 2,12 miliar, investasi di sektor hotel dan restoran Rp 1,69 miliar. Investasi di sektor industri tekstil Rp 472,7 juta, terdiri atas satu usaha batik di Kecamatan Tirtomoyo dan satu usaha konveksi atau penjahit di Kecamatan Girimarto. Sedangkan investasi di sektor jasa lainnya Rp 12,44 miliar.

Dia menerangkan, proses perizinan di Kabupaten Wonogiri telah dilakukan secara online mengikuti standar nasional. "Kami memakai aplikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yakni Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)," katanya.

SPIPISE merupakan sistem elektronik pelayanan perizinan yang terintegrasi antara BKPM dengan kementerian/lembaga pemerintah nondepartemen yang memiliki kewenangan perizinan. Dengan demikian, setiap perizinan yang diterbitkan Pemkab akan langsung bisa dilihat oleh pemerintah pusat.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)