• KANAL BERITA

Memperkenalkan Wisata Rawapening Melalui Festival

Bupati Semarang, Mundjirin melakukan larung sesaji di tengah danau Rawapening dalam pembukaan Festival Rawapening dan Desa Wisata di Bukit Cinta Desa Kebondowo, Banyubiru. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Bupati Semarang, Mundjirin melakukan larung sesaji di tengah danau Rawapening dalam pembukaan Festival Rawapening dan Desa Wisata di Bukit Cinta Desa Kebondowo, Banyubiru. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Selama dua hari Sabtu (12/5) dan Minggu (6/5), Bukit Cinta yang merupakan tepi danau Rewapening di Desa Kebondowo, Banyubiru, Kabupaten Semarang cukup ramai. Di kawasan itu berdiri tak kurang 35 stan dari desa-desa yang ada di Kabupaten Semarang sehingga mampu menarik pengujung. Terlihat pula stan perwakilan dari daerah kedungsapur (Kendal, Salatiga, Purwodadi, dan Demak) .  

Di setiap stan umumnya, memamerkan keunggulan di desanya masing-masing. Bisa hasil pertanian, budaya, produk kuliner, dan kearifan lokal dasa-desa tersebut. Semua rangkaian kegiatan itu dibalut kegiatan dengan tajuk "Festival Rawapening dan Desa Wisata". 

Bupati Semarang, Mundjirin, hadir dan membuka kegiatan itu. Pembukaan ditandai dengan pelarungan sesaji ke tengah danau. Sesaji yang ditaruh di atas sebuah rangkaian bambu itu berisi berbagai macam makanan seperti nasi tumpeng, ingkung, sayur mayur, opor, dan lainnya dilepaskan di tengah danau. Untuk mencapai tengah danau itu harus menaiki perahu dari nelayan setempat. 

Mundjirin mengatakan, kegiatan seperti ini sebagai upaya untuk memperkenalkan Rawapening kepada masyarakat sebagai kawasan wisata. Festival Rawapening sendiri selalu digelar setiap tahun dengan tema berbeda-beda. Tahun lalu, misalnya, festival dimeriahkan dengan lomba menghias perahu. Dan tahun ini dipadu dengan fesitval desa wisata. 

"Kami berharap Rawapening ini makin dikenal masyarakat baik di Indonesia bahkan internasional. Silakan, para pengunjung dengan berfoto kemudian menggungah ke media sosial agar Rawapening ini meluas ke belahan dunia," katanya. 

Ada pun tradisi larung sesaji tetap dipertahankan sebagai ritual nguri-nguri budaya Jawa. Ungkapan rasa syukur tentang hasil alam dan bumi itu diwujudkan dengan larungan sesuai tradisi di Rawapening ini. Juga berdoa agar diberi keselamatan. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih menambahkan, desa-desa yang berpartisipasi dalam festival ini adalah desa-desa yang dikatagorikan sebagai  wisata. Tujuan kegiatan ini, menurutnya, untu mempromosikan wisata-wisata dan produk-produk dari desa wisata itu.    

Supandi (65), perawat Rawapening menyambut positif perhatian pemerintah untuk Rawapening ini. Bukan hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat juga turut peduli dalam upaya melestarikan danau ini. 

"Jika rawa menjadi bagus tentu akan menambah daya tarik pengunjung. Dengan begitu efeknya, ekonomi warga sekitar akan terangkat. Muaranya tentu kesejahteraan warga menjadi meningkat," tuturnya. 


(Moch Kundori/CN40/SM Network)