• KANAL BERITA

Seribu Ekstase Europe Tanpa Encore

Oleh: Bambang Isti

Vokalis Europe, Joey Tempest beraksi tadi malam di Stadion Pandanarang, Boyolali. (suaramerdeka.com/Bambang Isti)
Vokalis Europe, Joey Tempest beraksi tadi malam di Stadion Pandanarang, Boyolali. (suaramerdeka.com/Bambang Isti)

KEMATANGAN band dunia Europe tak bisa ditawar lagi. Di usia tua para personelnya, kematangan itu dalam wujud berupa: masih sadarnya dalam mengemas sebuah pertunjukan agar elok di mata dan telinga. Bloking panggung terjaga, meski terlalu naif bagi sebuah band kelas dunia dengan panggung dan tata cahaya yang terasa biasa di Stadion Pandanaran, Boyolali.

Pada konser Volcano Rock Festival Sabtu (12/5) tadi malam membuktikan, jika band hard rock asal Swedia itu tidak lagi dalam kondisi "the final countdwon" (seperti salah satu lagu terkenalnya). Tetapi justru "walk the earth", dengan terus melakukan eksplorasi baik secara musikal mau pun lirikal.

Itu sebabnya Europe membuka konsernya dengan nomor 'Walk The Earth', sebagai isyarat akan terus menapak dan menemukan hakikat mereka dalam bermusik di usia matang. Seperti dikatakan Joy Tempest vokalisnya saat press conference sehari sebelumnya, Europe terus melakukan develope dalam bermusik. Lihat album-album-terakhir lirik lebih berkutat pada urusan kemanusiaan.

Joey Tempest (vokal utama), John Norum (gitar), John Leven (bas), Ian Haugland (drums) dan Mic Micheli (kibor) masih mempetahankan cirinya sebagai band (yang telah saya sebut pada ulasan saya sebelumnya) sebagai band yang "lurus-lurus" saja jauh dari sensasi non-musikal. 

Malam itu beberapa lagu digdaya diambil dari album-alum lamanya ditampilkan Europe. Bagi penonton penggemar setia, mereka sedikit kecewa karena nomor 'Superstitius' yang ditunggu tidak ditampilkan secara utuh. Tidak ada tampilan akapelis pada intro yang ciamik itu: "..keep on walking that road and I 'll follow.. keep on calling my name I'll be there..", padahal itu keunggulan lagu tersebut. Bahkan di perjalanan lagu, terdapat insert 'Here I Go Again'-nya Whitesnake.

Insert yang lain juga terdapat pada nomor 'Rock The Night' yang memasukkan sepenggal 'Ain't Talking About Love' milik Van Halen. Sebagai media hiburan, inserting itu sah-sah saja memang.

Para Perajut

Diantara ke lima anggota, siapa sebenarnya bintang Europe? Pertanyaan ini tidak akan pernah terjawab karena semua personelnya adalah bintang. Meraka perajut yang setia menjaga agar musik selalu rapat dan pejal. Sebagai vokalis Joey Tempest sendiri tidak bisa dikatakan bintang utama, karena John Norum juga banyak berkontribusi dan selalu memberi polesan manis pada permainan gitarnya.

Urusan repertoar (susunan lagu) rupanya juga bukan perkara ribet bagi Europe. Pemilihan lagu menjadi penting untuk memainkan emosi penonton. Beberapa nomor ringan ditampilkan dan disambut penonton yang berasal tidak saja dari Boyolali dan Solo, tapi juga Semarang, Surabaya dan kota-kota lain dengan penuh ekstase.

Nomor-nomor seperti 'Carrie', 'Open Your Heart' atau 'Prisoners in Paradise' sudah sangat familiar diluncurkan dan membentuk ekstase.

Joey Tempest terlihat konsisten membangun komunikasi dengan penontonnya dengan melakukan sapaan-sapaan lokal (bahasa Jawa) yang membuat suasana menjadi cair. "Boyolali maturnuwun", "kalian keren sekali", "ayo rene!" ujar Tempez.

Tetapi kemudian ia mementahkannya sendiri. "I don't know I'm taling about. Probably something rude..," tambahnya.

Semua bahasa Jawa itu dilafaskan Joy dengan fasih. Cara itu memang lazim dilakukan musisi asing setiap konser di banyak negara.

Terlalu disayangkan, karena dalam konser dengan kapasitas tatasuara 150 ribu watt ini, tidak tercipta 'encore' (penambahan satu lagu atas permintaan penonton). Kondisi ini menciptakan pertanyaan bagi segelintir penoton yang paham musik dalam perjalanan meninggalkan stadion. Kenapa tidak ada penambahan lagu?

Bisa jadi karena penonton memang belum terbiasa dengan tradisi 'encore' yang lazim ada pada konser mana pun. Sehingga begitu lagu pasaran 'The Final Coundown' berakhir, ya penonton pun mundur meninggalkan arena stadion.    
  
Sebenarnya banyak fans setia Europe menunggu kejutan lain yang akan ditampilkan band itu di penghujung konser.

"Masih banyak lagu-lagu bagus yang belum dimainkan. Dan itu sebenarnya bisa ditampilkan sebagai 'encore', tapi saya tunggu kok tidak terjadi," kata Akbar, salah satu musisi Jakarta yang sengaja datang ke Boyolali untuk Europe.


(Bambang Isti/CN40/SM Network)