• KANAL BERITA

Pelantikan Sekretaris Desa Diprotes

Foto: Warga memasang poster di halaman balai Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring memprotes pelantikan perangkat desa, Minggu (13/5). (suaramerdeka.com/achmad hussain)
Foto: Warga memasang poster di halaman balai Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring memprotes pelantikan perangkat desa, Minggu (13/5). (suaramerdeka.com/achmad hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Warga Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring mendatangi balai desa memprotes pelantikan sekretaris desa yang baru hasil pengisian perangkat desa massal 2018. Aksi warga itu dilakukan di tengah pelantikan Johan Saputra sebagai sekteraris desa yang baru oleh kepala desa, Santoso disaksikan Muspika, perangkat desa dan tokoh masyarakat.

Saat SK dibacakan, warga yang berada di sekitar balai desa menggelar poster dan meletakkan di halaman balai desa tanpa banyak bicara.

'' Di pengumuman yang ditempel di balai desa, Johan rangking dua tetapi malah yang dilantik,'' ungkap salah seorang warga, Minggu (13/5).

Dikatakanya, pelantikan itu tidak sah sebab di papan pengumuman balai desa ditempelkan berita acara revisi hasil seleksi. Dalam pengumuman dua lembar itu, Johan berada di rangking dengan nilai 54,5. Sedangkan Avinda Purwoko mendapat nilai tertinggi yaitu 70.

Meskipun pengumuman itu hanya hasil revisi setelah ada kekeliruan menjumlah nilai tetapi ditandatangani oleh Unwidha dan tim pencalonan dan pengangkatan perangkat desa (TP3D). Seharusnya yang dilantik adalan Avinda sebab nilainya sebagai nilai tertinggi hasil seleksi.

Avinda Purwoko mengatakan saat seleksi tanggal 29 April lalu, nilai komputernya hanya ditulis 9. Padahal ujian program Ms Word, Excel dan Power Point dikerjakan semua. Akibatnya dia menduduki peringkat nilai kedua di bawah Johan.

Setelah diprotes ke Unwidha, lanjut Avinda, ternyata ada kekeliruan jumlah sebab nilai MS Word dan Excelnya belum dimasukkan.

'' Setelah itu ada revisi dan saya menempati nilai tertinggi,'' jelasnya. Sesuai Perbup mestinya dirinya sebagai peraih nilai tertinggi yang dilantik. 

Wewenang Kades

Sekteraris TP3D Desa Juwiran, Yuslim membenarkan ada salah jumlah oleh petugas Unwidha. Kesalahan itu sudah diklarifikasi dan nilainya sudah dibenarkan dan sudah diserahkan ke kepala desa. Pengumuman berita acara nilai yang baru sudah dilakukan sesuai tugas TP3D.

Soal kepala desa melantik siapa pun, kata dia, bukan kewenangan TP3D lagi. Tugas TP3D sudah selesai  dan keputusan ada di kepala desa. 

Menanggapi proses warga, Kepala Desa Santoso mengatakan pelantikan Johan sebagai sekdes tidak ada tekanan dan intervensi apa pun. Pelantikan itu dilakukan sesuai hasil seleksi tanggal 29 April. Setelah ada persoalan kekeliruan nilai, selaku kepala desa sudah berkonsultasi ke camat, asisten I dan Dinas Permasdes.

Namun ternyata semua keputusan dan penetapan diserahkan ke kepala desa.  ''Jadi saya mengambil keputusan dan siap dengan risikonya,'' katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, Ronny Roekmito mengatakan masalah di Desa Juwiran selesai dengan dilantiknya perangkat desa. Hanya sisa dua desa yang belum menyelesaikan pelantikan, yaitu Desa Kaniban, Kecamatan Juwiring dan Gadungan, Kecamatan Wedi.


(Achmad Hussain/CN42/SM Network)

Loading...
Komentar