• KANAL BERITA

Waspadai Merek Kosmetik Terkenal Dipalsukan

Foto: Seorang petugas BBPOM menunjukkan jenis kosmetik merek terkenal yang dipalsukan saat menggelar sosialisasi di Pati pada Jumat (11/5).  (suaramerdeka.com/Deni Dewa)
Foto: Seorang petugas BBPOM menunjukkan jenis kosmetik merek terkenal yang dipalsukan saat menggelar sosialisasi di Pati pada Jumat (11/5). (suaramerdeka.com/Deni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – Dari hasil sosialisasi dan pemantauan di Kabupaten Pati, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan banyak makanan dan obat-obatan tak laik konsumsi. Bahkan sejumlah produk luar negeri dan merek kosmetik terkenal dipalsukan.

Tak tanggung-tanggung para produsen nakal itu berani menggunakan merek terkenal untuk kemasannya. Padahal saat ditelusuri merek tersebut tidak pernah mengeluarkan produk tersebut. Jika pihaknya tidak mewaspadai pemalsuan ini tidak dipahami oleh masyarakat.

‘’Kami juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat membeli kosmetik atau obat keras via online. Karena hal tersebut patut diwaspadai palsu. Karena tentunya obat keras harus dibeli dengan menggunakan resep dokter, ‘’ kata Kepala BBPOM Endang Pudjiwati.

Selain itu, tim BBPOM juga masih mendapati produk dari luar negeri yang tidak memiliki izin edar. Bahkan tidak sedikit dalam kemasannya tertulis label yang tidak menggunakan bahasa Indonesia sehingga melanggar ketentuan. Hal tersebut juga menjadikan produk tersebut tidak jelas keasliannya.

Ceklit via Aplikasi

Kepala BBPOM mengatakan, pihaknya masih mendapatkan banyak produk palsu yang sengaja memanfaatkan merek yang terkenal. Untuk mengantisipasi agar tidak salah beli sebenarnya masyarakat sudah bisa melakukan ceklit di aplikasi Cek BPOM.

 ‘’Lihat saja apakah ada nomor izin edarnya tidak? Jika tidak ada berarti jangan dibeli. Kalau ada silakan cek di aplikasi. Kalau itu produk ilegal maka tidak akan muncul disana,’’ terang Endang Pudjiwati.

Selain itu dia meminta masyarakat selalu mengecek kondisi segel dan kondisi kemasan, apakah dalam kondisi baik atau rusak atau tanda-tanda mencurigakan. Menurut dia, dalam kemasan biasanya akan terdapat label lengkap. Baik nama produsen, izin edar hingga tanggal kadaluarsa.

Selain kosmetik berbahaya, dalam pantauan di Kabupaten Pati BBPOM juga mendapatkan sejumlah sampel makanan tak laik konsumsi. Seperti kerupuk, terasi, teri basah, hingga beberapa makanan tradisional.

‘’Untuk hasil temuan akan disampaikan instansi terkait untuk bisa ditindaklanjuti menelusuri produsennya. Sesuai undang-undang pengusaha nakal bisa dijerat maksimal 15 tahun penjara,’’ujarnya.


(Beni Dewa/CN42/SM Network)