• KANAL BERITA

Merapi Normal, Warga Mulai Menambang

Foto: Alur Sungai Woro di lereng Gunung Merapi Kecamatan Kemalang mulai digunakan warga untuk menambang pasir. (suaramerdeka.com/ achmad hussain)
Foto: Alur Sungai Woro di lereng Gunung Merapi Kecamatan Kemalang mulai digunakan warga untuk menambang pasir. (suaramerdeka.com/ achmad hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com –  Kondisi Gunung Merapi mulai normal setelah letusan freatik, Jumat lalu (11/5). Begitu pun aktivitas masyarakat kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Kegiatan menambang pasir berjalan normal, namun ronda malam di permukiman tetap dilakukan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pemkab Klaten, Nurcahyono mengataka kondisi Gunung Merapi sudah normal, abu sampai hari ke tiga pun tidak tereteksi di Kabupaten Klaten. Masyarakat  mulai beraktivitas seperti biasa, meskipun warga diminta tetap waspada.

Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jemakir mengatakan setelah erupsi freatik, warga diminta tetap mengadakan ronda malam di dusun masing-masing.  

'' Agar siap jika ada sesuatu dan memberi ketenangan masyarakat,'' katanya.

Di desanya yang merupakan satu dari tiga desa di puncak, warga panik tidak lama. Meski di pagi hari sempat berkumpul dan ada yang lari sampai ke barak, siangnya sudah pulih berkegiatan. Abu yang sempat terlihat akibat erupsi hanya melintas di desanya dan bergerak ke barat daya.

Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Klaten, Bambang Giyanto mengatakan letusan yang terjadi tiga hari lalu merupakan letusan freatik. Bukan disebabkan gerakan magma di dalam gunung tetapi hanya karena tekanan gas dari bawah.

'' Jadi status gunung tetap normal,'' ungkapnya.

Namun sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyalurkan 26.000 masker ke masyarakat. Utamanya di desa-desa kawasan puncak yaitu Desa Sidorejo, Tegalmulyo dan Balerante. Masyarakat sudah berkegiatan normal tetapi tetap diminta waspada sesuai dengan prosedur yang sudah ada.

Namun demikian, pihaknya akan memperkuat Standar Operating Procedur (SOP) penanggulangan bencana erupsi Gunung Merapi. Penguatan itu untuk mengantisipasi segala kemungkinan pascaerupsi freatik pekan lalu.

Perkuat SOP

Menurut Nurcahyono setelah kejadian erupsi freatik pada Jumat (11/5) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menggelar rapat dengan lintas sektoral dan semua elemen penanggulangan kebencanaan.

'' Salah satu hasilnya perlu penguatan dan penajaman SOP jika terjadi erupsi,'' jelasnya, Minggu (13/5).

Dikatakannya, dalam waktu dekat sebagai tindak lanjut hasil rapat evaluasi itu, BPBD akan melakukan pendekatan ke semua unsur masyarakat di lereng Gunung Merapi.

Diharapkan dari pertemuan itu nantinya ada kesamaan visi dan misi dalam penanganan bencana erupsi. Selama ini, kata dia, ketangguhan dan kesiapan warga di kawasan lereng Gunung Merapi sudah bagus. Apa yang dilakukan warga saat hari Jumat yang tidak langsung panik tetapi berkumpul ke titik kumpul merupakan bukti ketangguhan warga.

 Disinggung soal kondisi masyarakat lereng setelah erupsi, menurutnya warga sudah pulih aktivitasnya. Tidak ada dampak kerusakan baik fisik dan non fisik. Selama tiga hari, BPBD terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi segala kemungkinan.(


(Achmad Hussain/CN42/SM Network)