• KANAL BERITA

Selama Ramadan, Tempat Hiburan dan Karaoke di Wonosobo Diminta Tutup

Foto: Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras memimpin Rapat Lintas Sektoral terkait penanganan tempat hiburan malam dan pentas tari tradisioanal yang ada di Wonosobo, Jumat (11/5) lalu.  (suaramerdeka.com/M Abdul rohman)
Foto: Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras memimpin Rapat Lintas Sektoral terkait penanganan tempat hiburan malam dan pentas tari tradisioanal yang ada di Wonosobo, Jumat (11/5) lalu. (suaramerdeka.com/M Abdul rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Tempat hiburan dan karaoke di Wonosobo diminta menutup operasional usahanya selama Ramadan, mulai Minggu (13/5). Jika di lapangan masih dijumpai tempat hiburan dan karaoke, tim gabungan dari unsur Satpol PP, Polres, Kodim, Bagian Hukum Setda dan Kesbangpol akan mendapat sanksi tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2017 tentang Usaha Hiburan dan Karaoke.

Hal itu mencuat dalam Rapat Lintas Sektoral terkait penanganan tempat hiburan malam dan pentas tari tradisioanal yang ada di Wonosobo, Jumat (11/5) lalu. Kegiatan rapat dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras dengan peserta para pejabat utama Polres Wonosobo, Kodim 0707, Satpol PP, Kesbangpol, Kemenag, MUI, PHRI, Paguyupan Tari dan Lengger serta seluruh pengusaha karaoke di wilayah Wonosobo.

Kapolres Abdul Waras menyebutkan, di wilayah Wonosobo terdapat 18 lokasi tempat karaoke yang mana hingga saat ini belum mengantongi surat ijin usaha. Ada pula resto atau cafee shop, namun menyelenggarakan karaoke. Tentu itu sudah menyalahi perda Usaha Hiburan dan Karaoke.

"Kami bersama tim lain tentu akan menindak tegas jika di lapangan masih dijumpai pelanggaran," ujar dia.

Pihaknya juga mengimbau kepada Ketua Paguyuban Tari Tradisional baik lengger, tayub, tari topeng dan tari ndolalak, agar saat mengadakan kegiatan acara tari bisa mematuhi izin yang sudah diajukan.

"Jangan sampai tampil di momen Ramadan melebihi batas jam yang sudah di sepakatai bersama. Kami berharap semua elemen bisa menghargai kekhusyukan bulan suci Ramadan ini," tandasnya.

Dia mengaku, Polres Wonosobo juga tidak akan memberikan toleransi segala bentuk sweping yang dilakukan siapapun terkait tempat hiburan dan karaoke maupun penampilan kesenian di masyarakat yang melanggar aturan.

"Apabila ada indikasi pelanggaran, silahkan hubungi Polres atau kantor pengaduan di SPKT Polres Wonosobo. Jangan lakukan sweping," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, dari pihak Kesbangpol dan Satpol PP menyebutkan, pemda sudah menyosialisaikan perda yang sudah ada dan diharapkan para pengusaha tempat hiburan malam hendaknya menaati perda tersebut.

"Karena sudah menjadi aturan, tempat karaoke selama Ramadan harus tutup. Kami meminta semua pihak terkait mematuhinya dengan menutup tempat usahanya itu," ujar Kepala Satpol PP Wonosobo Haryono.

Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops), Kapten Czi Sarwiyono mengaku siap mendukung kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP, Polri dan Pemda atas aturan operasional tempat hiburan malam harus tutup selama Ramadan. Dari hasil kesepakatan di rapat lintas sektoral tersebut, pihaknya berharap dapat membawa Wonosobo aman, nyaman dan seluruh warga yang menjalankan ibadah puasa bisa khusuk.


(M Abdul Rohman/CN42/SM Network)