• KANAL BERITA

Mahasiswa D3 Humas Undip Kampanyekan Penyelamatan Lagu Anak

Anak-anak sedang lomba menyanyikan lagu anak dalam kampanye Save Lagu Anak yang diselenggarakan mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro di area car free day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (13/5). (Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya) 
Anak-anak sedang lomba menyanyikan lagu anak dalam kampanye Save Lagu Anak yang diselenggarakan mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro di area car free day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (13/5). (Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya) 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Krisis lagu anak di Indonesia membuat para pemerhati anak dan pendidik merasa prihatin. Di era sekarang ini anak-anak banyak dicekoki dengan lagu-lagu dewasa yang bukan untuk usia mereka. 

Salah satu yang mengambil peran dalam penyelamatan lagu anak adalah mahasiswa D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) yang melakukan kampanye dengan tema Save Lagu Anak di area car free day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (13/5). 

Muhammad Billy ketua panitia Save Lagu Anak mengatakan dengan kampanye ini ingin mengembalikan lagu anak-anak ke asalnya yakni memperkenalkan, mengingatkan dan mengajak untuk menyanyi lagu anak. 

"Kita ingin mengembalikan lagu anak kembali ke anak anak," katanya. 

Menurutnya saat ini banyak anak-anak yang hafal menyanyikan lagu dewasa dibandingkan lagu anak. Hal itu juga akan berdampak ke psikologis anak yang nantinya memiliki perilaku tidak seperti usianya. 

Dalam kampanye Save Lagu Anak tersebut bekerjasama dengan tiga komunitas yaitu Asa Edu, Harapan dan Satu Atap yang diisi dengan lomba menyanyi lagu anak yang diikuti oleh 50 anak serta pemilihan duta lagu anak. 

Peserta lomba sangat antusias menyanyikan lagu anak seperti bintang kecil, pelangi-pelangi, naik-naik ke puncak gunung dan masih banyak lagi. 

 


(Cun Cahya/CN19/SM Network)