• KANAL BERITA

Desainer Muda Restu Dan Norma Pamerkan Karyanya

Head of Marketing Communication and Fashion Director Matahari Imelda Like diapit dua desainer Restu Anggraini dan Norma Hauri menjelaskan karya kedua desainer muda itu di Matahari Department Store Hartono Mall Solobaru, Sabtu (12/5). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Head of Marketing Communication and Fashion Director Matahari Imelda Like diapit dua desainer Restu Anggraini dan Norma Hauri menjelaskan karya kedua desainer muda itu di Matahari Department Store Hartono Mall Solobaru, Sabtu (12/5). (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - RESTU Anggraini adalah desainer yang dikenal memiliki karya berdesain modern, kontemporer, dengan detail minimal. Ia banyak bermain dalam warna pastel dan alam. Dia memiliki lini fashion Etu.

Di 2015, Etu tampil di Amazon Fashion Week Tokyo, Jepang. Setahun kemudian koleksinya dipamerkan di International Fashion Showcase pada London Fashion Week. Tahun ini, Etu menjadi salah  Awards.

Rani Hatta menunjukkan bahwa tampil berhijab bukanlah penghalang bagi wanita untuk tampil sporty. Desain Rani menampilkan style yang sporty dan modern, dalam dominasi palet monokromatis, yaitu hitam, abu-abu, dan putih.

Koleksinya antara lain training pants, sweatshirt, boyfriend T-shirt hingga sepatu sneakers bagi wanita berhijab. Dia, juga pernah memamerkan koleksinya di Amazon Fashion Week Tokyo tahun 2017.

Sementara Norma Hauri berhasil menciptakan koleksi modest wear yang tak  acara formal maupun non-formal. Karya dia juga pernah dipamerkan di runway Amazon Fashion Week Tokyo 2016.

Selain masyarakat yang mengenakan hijab, semua karya yang ditampilkan dapat dikenakan juga oleh masyarakat yang tidak mengenakan hijab namun menyukai konsep berbusana yang santun. Ketiganya adalah desainer muda Indonesia yang dikenal melalui kolaborasi dengan Indonesia Fashion Forward (IFF).

IFF adalah program inkubasi dan mentoring bagi desainer Indonesia terpilih. Program ini dimulai sejak 2012, yang merupakan inisiatif dari Jakarta Fashion Week, bekerja sama dengan British Council, yang didukung Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf).

Minus Rani Hatta, Sabtu (12/5), Restu Anggraini dan Norma Hauri "nyambangi" Kota Solo untuk memamerkan karyanya. Keduanya hadir dalam road show "Matahari X IFF Designer" di Hartono Mall Solobaru.

Sejak September 2017, ketiganya dikontrak Matahari Department Store. Kendati yang dipamerkan pada intinya busana muslim, namun bisa digunakan untuk kebutuhan lain jika diberi aksedoris atau dimixed atau dipadupadankan dengan lainnya. Seperti untuk kerja, silarurahmi, kumpul-kumpul, atau sekedar hang out.

"Biasanya harga busana saya cukup mahal karena dibuat terbatas apalagi baju pesanan, jauh lebih mahal. Tapi sekarang jauh lebih murah karena diproduksi masal dan dibeli di Matahari Department Store. Meski diproduksi massal namun kualitas terjaga, sebab diproduksi pabrikan terpercaya yang biasa memproduksi merek terkenal di dunia," kata Norma Hauri.

Head of Marketing Communication and Fashion Director Matahari Imelda Like mengatakan, Matahari telah memilih tiga orang desainer IFF, yaitu Restu Anggraini, Rani Hatta dan Norma Hauri, untuk berkolaborasi melengkapi koleksi modest wear dengan karya mereka.

Kolaborasi Matahari dengan Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Forward ini diharapkan dapat memberi kesempatan lebih luas serta memberi wadah bagi karya para desainer IFF sehingga bisa lebih dikenal masyarakat luas. Ketiga karya desainer akan melengkapi koleksi Ramadhan Matahari 2018.

Imelda mengaku membuka kesempatan desainer muda lain bergabung. Dengan syarat desainnya punya punya ciri khas, branding yang kuat, serta punya komitmen.

"Sebagai retailer terbesar di Indonesia, kami selalu mendukung industri fashion tanah air serta mengembangkan potensi desainer muda Indonesia," kata dia dalam dialog dengan sejumlah wartawan.

Hingga Mei 2018, koleksi Matahari X IFF bisa didapatkan di 90 gerai Matahari di seluruh Indonesia. Yakni 19 gerai di Jakarta, 8 gerai di Jawa Barat, 20 gerai di Jawa Tengah, 12 gerai di Jawa Timur, 9 gerai di Bali dan Kalimantan, 5 gerai di Sulawesi dan Indonesia Timur, serta 17ngerai di Sumatra.

Gerai Matahari yang merupakan destinasi fashion Indonesia dan tersebar di seluruh Nusantara akan menjadikan karya ketiga desainer itu meraih lebih banyak lagi konsumen, terlebih lagi karena tersedia dengan harga terjangkau.

"Sekitar 80 persen kami secara langsung, sisanya 20 persen secara online. Kami masih mengandalkan penjualan langsung karena punya sensasi sendiri, sebab bisa memilih sendiri secara langsung busana yang diinginkan," kata dia.


(Langgeng Widodo/CN39/SM Network)