• KANAL BERITA

Aceh Dinilai Salah Urus Dana Otsus

Foto: Media Indonesia
Foto: Media Indonesia

BANDA ACEH, suaramerdeka.com - Pemerintah Provinsi Aceh dinilai salah dalam mengelola dana Otonomi Khusus (Otsus). Pasalnya hingga saat ini keberadaan dana Otsus tersebut belum dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan kemerataan pembangunan.

"(Dana Otsus) seharusnya bisa beri dua sampai tiga kali lebih baik dari ini. Harus akui, kita salah urus, miss management pemerintah (provinsi) besar sekali. Terlalu banyak strategi tapi tidak tepat sasaran," ujar Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat silaturahmi bersama Forkopimda, DPR, dan Tokoh masyarakat Aceh, di Banda Aceh.

Menurutnya, salah satu indikasi belum berhasilnya pengelolaan dana Otsus itu terlihat dari masih tingginya angka pengangguran di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yakni 16 persen. Selain itu, angka kemiskinan di Aceh juga masih tinggi.

"Dari 23 kabupaten di provinsi ini, hanya satu, Kota Banda Aceh yang tingkat kemiskinannya lebih baik. Yang lain rendah," tegasnya.

Menurutnya, salah satu yang perlu diprioritaskan oleh Aceh adalah pembangunan infrastuktur jalan raya hingga ke Kota Medan. Jika hal itu terlaksana, akan banyak efek positif yang ditimbulkan, termasuk pembangunan di kabupaten-kabupaten.

Sementara itu, ekonomi Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi mengatakan, sejak 2008 hingga 2018, Aceh sudah menerima dana otsus mencapai Rp65 triliun. Namun, pertumbuhan ekomoni Aceh cenderung lambat, hanya 4,19 persen pada triwulan IV-2017.

Dia khawatir bila nantinya dana otsus tak dilanjutkan, pembangunan di Aceh semakin mandek. "Pada 2028, Aceh hanya punya (anggaran) Rp7 triliun. Logikanya kalau (dana) Rp15 triliun hanya pertumbuhan ekonomi hanya 4, 1 persen, mau tumbuh berapa nanti?" ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan dana Otsus selama ini salah sasaran. Lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai serta melakukan pembangunan yang tidak memiliki urgensi."Kebanyakan yang senang pejabat, habis un tuk anggaran belanja pegawai. Kemudian atas nama rakyat Aceh, saya minta tolong, susun ekonomi Aceh, ada midterm, longterm. Yang penting ada panduan," jelasnya.


(Satrio Wicaksono/CN41/SM Network)