• KANAL BERITA

Kebijakan Trump Bahayakan Perdamaian Dunia

Foto: abc.net.au
Foto: abc.net.au

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama Jerusalem, dinilai akan membahayakan perdamaian dunia. Namun setidaknya, ada tiga hal yang mungkin dapat dilakukan dunia agar Trump memikirkan kembali keputusannya.

"Pertama, dunia harus terus menunjukkan penentangannya terhadap kebijakan Trump hingga tanggal 14 Mei," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/5).

Termasuk didalamnya adalah mengingatkan Trump bahwa rakyat dan kepentingan AS di luar negeri bisa menjadi korban kebijakannya. Sedangkan yang kedua adalah dunia mendorong Rusia atau negara-negara yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, untuk melakukan tindakan unilateral yang didukung oleh negara-negara dunia.

"Tindakan unilateral ini bukan dalam bentuk kekerasan, namun apapun tindakan yang bisa membuat Trump berpikir ulang. Tindakan unilateral ini perlu dilakukan, mengingat bila masalah ini dibawa ke Dewan Keamanan PBB, maka apapun resolusi akan di-veto oleh AS," ujarnya.

Adapun yang ketiga, masyarakat dunia hendaknya merangkul warga AS dan bukan memusuhinya. Hal itu karena yang diharapkan adalah warga AS dapat mencegah kebijakan pemindahan, untuk dihentikan melalui lembaga peradilan di AS.

"Bahkan mendorong agar Presiden Trump di-impeach. Besar dugaan Trump melakukannya karena ingin mewujudkan janji kampanye," tandasnya.

Dia menambahkan, mayoritas negara di dunia dan rakyatnya menolak tindakan Trump. Hal itu karena akan membahayakan perdamaian dunia.

"Indonesia pun bereaksi keras atas hal ini. Kemarin, Presiden Joko Widodo menentang keras kebijakan Trump. Demikian pula rakyat Indonesia, yang melakukan unjuk rasa damai di depan Kedubes AS di Jakarta," tegasnya.


(Saktia Andri Susilo/CN42/SM Network)