• KANAL BERITA

Baznas dan PT Henan Buka Gerai Zakat Saham

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan PT Henan Putihrai Sekuritas Jum'at sore membuka gerai zakat dan sedekah saham di area lobby main hall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak dibuka uintuk kali pertama, gerai ini resmi melayani masyarakat menunaikan zakat dan sedekah sahamnya.

"Gerai ini dibuka untuk memudahkan layanan zakat dan sedekah masyarakat yang beraktivitas di sekitar BEI hingga akhir Ramadan nanti. Di gerai zakat saham,  masyarakat dapat memperoleh informasi sekitar pasar modal syariah, mekanisme zakat dan sedekah saham, serta konsultasi zakat," kata Deputi Baznas M Arifin Purwakananta pada acara pembukaan gerai zakat tersebut.

Menurut Arifin, program sedekah dan zakat saham (Sazadah) telah diluncurkan November 2017 lalu, setelah melalui kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saham termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai nishab. Program ini diharapkan dapat memfasilitasi investor syariah maupun konvensional untuk menyucikan harta sekaligus berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat saham.

Serta menjadi jalan alternatif untuk membendung kepungan kapitalisme dan kesenjangan sosial yang tinggi. Sehingga diharapkan semakin banyak pelaku pasar modal yang bersedekah dan berzakat. Dalam acara yang sama, Direksi PT Henan Putihrai Sekuritas, Mohammad Yunus mengatakan bahwa pihaknya bertujuan memberikan kemudahan bagi investor pasar modal untuk berzakat.

"HP Sekuritas memberikan kemudahan bagi investor pasar modal, asalkan sudah memiliki rekening efek saham di Bursa Efek Indonesia silakan langsung menghubungi perwakilan kami untuk membantu proses sedekah atau zakat saham, mudah dan cepat. Selain di gedung BEI,  saat ini gerai zakat saham juga tersedia di kantor BAZNAS pusat dan kantor BAZNAS daerah," kata Yunus.

Rencananya sedekah dan zakat yang dikeluarkan oleh para pemilik saham tersebut akan disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan melalui BAZNAS. Ini untuk membantu mustahik memperoleh penghidupan lebih baik melalui program Zakat Community Development (ZCD).

Program tersebut, merupakan pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek sosial (pendidikan, kesehatan, agama, lingkungan, dan aspek sosial lainnya) dan aspek ekonomi secara komprehensif yang pendanaan utama bersumber dari zakat, infak dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri.


(Hartono Harimurti/CN26/SM Network)