• KANAL BERITA

Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk Ramaikan Kota Bandung

Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com / Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Nama jalan di Kota Bandung semakin berwarna menyusul penamaan Jalan Majapahit dan Jalan Hayam Wuruk. Implementasi bernuansa rekonsiliasi itu diharapkan menjadikan hubungan masyarakat Jawa dan Sunda menjadi semakin baik.

Penamaan kedua jalan tersebut dilakukan Jumat (11/5) kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan
Wakil Gubernur DI Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X. "Ini adalah sejarah baru dan titik baru untuk menatap masa depan yang lebih baik. Kita bangun masa depan kita yang baik secara bersama-sama lewat rekonsiliasi budaya Sunda-Jawa dan Jawa-Sunda," katanya.

Jalan Majapahit mengambil lokasi jalan di sisi barat Lapangan Gasibu. Jalan Hayam Wuruk mengganti nama Jalan Cimandiri yang melingkar sisi barat Gedung Sate. Selain itu, disematkan pula Jalan Citaresmi sebagai pengganti nama jalan di kawasan Masjid Pusdai Kota Bandung.

Dijelaskan, peristiwa Perang Bubat pada 1357, secara emosi mengganggu hubungan suku Jawa dan Sunda. Meski hal itu masih perlu dibuktikan karena ada kecurigaan pada zaman kolonial suku Sunda dan Jawa sengaja dibenturkan dengan cerita Perang Bubat. Aher menegaskan penamaan jalan tersebut menjadi langkah awal rekonsiliasi antara Sunda dan Jawa. Ini merupakan langkah kongkrit anak bangsa guna semakin memperkuat harmonisnya kebhinekaan di NKRI.

Pakde Karwo menambahkan bahwa masyarakat Jatim ingin menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama 661 tahun. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa penyelesaian budaya adalah penyelesaian yang paling baik diantara cara penyelesaian yang lain. “Budaya bisa membersihkan kekotoran-kekotoran yang ada, menjadi satu contoh bahwa penyelesaian budaya adalah yang paling baik di antara penyelesain  lain," katanya.

Sebelumnya, pada rekonsiliasi budaya melalui simbol penamaan jalan yang diinisiasi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X itu telah menyematkan Jalan Pajajaran dan Jalan Prabu Siliwangi ada di Yogyakarta. Kemudian diresmikan pula nama Jalan Sunda dan Jalan Prabu Siliwangi di Kota Surabaya, Jatim.


(Setiady Dwi/CN26/SM Network)