• KANAL BERITA

Mahasiswa Dibentengi Wawasan Kebangsaan

Antisipasi Paham Radikalisme Masuk Kampus

Pengurus Yayasan dan Rektor Undaris Ungaran, Dr Drs Lamijan SH MSi berfoto bersama Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo usai meresmikan Pusat Studi Islam dan Pancasila, belum lama ini. (suaramerdeka.com/dok)
Pengurus Yayasan dan Rektor Undaris Ungaran, Dr Drs Lamijan SH MSi berfoto bersama Sekjen Kemendagri, Hadi Prabowo usai meresmikan Pusat Studi Islam dan Pancasila, belum lama ini. (suaramerdeka.com/dok)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Seluruh mahasiswa Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (Undaris) Ungaran, telah dibentengi dengan Wawasan Kebangsaan untuk mengantisipasi segala bentuk paham radikalisme. Keterangan tersebut disampaikan Rektor Undaris Ungaran, Dr Drs Lamijan SH MSi, Jumat (11/5). Belum lama ini, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri RI dalam hal penguatan Wawasan Kebangsaan. Kerja sama tadi diwujudkan dengan mendirikan Pusat Studi Islam Pancasila.

“Wawasan Kebangsaan sangat diperlukan, karena kami paham di kampus harus bebas paham radikalisme,” katanya.

Ada pun kebijakan Yayasan Undaris untuk mendukung kampus bebas radikalisme, lanjutnya, mahasiswa Undaris Ungaran diwajibkan mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam I dan II. Demikian halnya dengan era pasar bebas Asia Tenggara, menurutnya, mau tidak mau Undaris Ungaran harus menyiapkan dan membekali diri dengan kompetensi yang unggul.

Melalui bekal ilmu membangun watak percaya diri yang didapat di perkuliahan, ia yakin setiap mahasiswa lulusan Undaris Ungaran dapat menyikapi tantangan global. “Agar mahasiswa mampu kompetisi di dalam dan luar negeri, kami juga memberikan penguatan bahasa asing. Dan yang paling penting, kami telah memberi bekal agar mahasiswa tidak minder atau kecil hati,” jelasnya.

Ada pun pelayanan pengabdian kepada masyarakat, pun sudah dilakukan tidak hanya di lingkup Kabupaten Semarang saja. Melainkan sudah menjangkau wilayah Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal. Sebagai rencana jangka pendek, pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan Kabupaten Demak. Khusus untuk Kabupaten Semarang, sudah ada beberapa kegiatan melibatkan mahasiswa berkaitan dengan pendampingan penyusunan Rancangan Peraturan Desa. Oleh Pemkab Semarang, Undaris Ungaran telah diberikan kesempatan untuk mendampingi OPD terkait dalam menyusun naskah akademik Peraturan Kawasan dan Pengembangan Industri serta naskah akademik Pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang.

“Kajian-kajian tentang rencana dan wacana itu terus didalami dosen dan mahasiswa. Kami yakin bisa memberikan rekomendasi yang terbaik berdasarkan disiplin ilmu yang ada di Undaris Ungaran,” ucapnya.

Pada Wisuda ke-59, di Monumen Gedung PKK Ungaran, Sabtu (12/5), setidaknya ada 145 orang mahasiswa yang lulus dan diwisuda. Terdiri atas 6 orang lulusan Magister atau S2 dan 139 lulusan S1 Hukum, S1 Teknik Sipil, S1 PPKn, S1 PGSD, S1 Peternakan, S1 Ekonomi Manajemen, dan S1 Pendidikan Agama Islam.

Untuk menjawab tantangan zaman, Undaris Ungaran dalam waktu dekat akan menambah dua Program Studi (Prodi) baru yaitu Prodi S1 Teknik Informatika dan Prodi S1 PGMI.

“September atau Oktober 2018 semoga sudah ada Prodi baru. Seluruh Prodi sudah terakreditasi B, bertahap hendak ditingkatkan menjadi akreditasi A. Sedangkan pembangunan lokal gedung baru, secepatnya dilaksanakan sesuai arahan dari Yayasan Undaris Ungaran,” tandasnya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)