• KANAL BERITA

BPBD Kirim 26.000 Masker ke Desa Puncak

Warga Diminta Waspada Berita Hoax

Tim BPBD Pemkab Klaten yang dipimpin Kalak, Bambang Giyanto mendatangi balai Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jumat (11/5) pagi. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Tim BPBD Pemkab Klaten yang dipimpin Kalak, Bambang Giyanto mendatangi balai Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Jumat (11/5) pagi. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Menyusul letusan freaktif Gunung Merapi Jumat pagi, 26.000 masker dikirim ke desa-desa kawasan puncak Gunung Merapi di Kabupaten Klaten. Pengiriman masker oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten itu untuk mengantisipasi kemungkinan dampak abu vulkanik yang tertiup angin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Bambang Giyanto mengatakan, setelah letusan pukul 07.40 WIB, BPBD menggelar koordinasi dan mengirimkan logistik berupa masker. ''Sudah dikirim untuk desa-desa di kawasan puncak. Ada tiga desa utamanya,'' jelasnya, Jumat (11/5).

Desa yang menjadi fokus distribusi masker adalah Desa Sidorejo, Tegalmulyo dan Balerante, Kecamatan Kemalang. Untuk sementara baru logistik masker yang dikirimkan dan bahan lain belum perlu. Mengingat tidak ada pengungsian permanen di satu lokasi dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing siang harinya.

Secara umum kondisi masyarakat sudah berangsur pulih dan beraktivitas normal. Abu vulkanik tidak terdeteksi di kawasan puncak Kabupaten Klaten sampai siang hari. Tidak ada kerusakan bangunan, tanaman maupun warga yang terluka sebagai dampak kejadian itu.

Meski demikian warga di tiga desa itu diminta tetap waspada menghadapi segala kemungkinan. Warga diyakini sudah memahami prosedur yang harus dilakukan sebab selama ini pelatihan dan koordinasi terus dilakukan.

Jenarto, sukarelawan dari Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi mengatakan, tidak ada abu yang turun di kawasan puncak wilayah Klaten. Desanya, Sidorejo juga tidak ada abu turun. Dua jam setelah letusan, warga sudah beraktivitas normal ke ladang dan tegalan.

Titik Kumpul

Menurut Jenarto, meski pun diakui ada warga yang turun ke kecamatan dan barak itu hanya warga yang khawatir sebab memiliki balita. Warga dewasa tetap bertahan di atas sampai kondisi pulih. Menurut Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, terjadi evakuasi warga di desanya.

Namun tidak sampai ke barak pengungsian tetapi hanya sampai di Balai Desa. ''Evakuasi warga hanya sampai balai desa,'' katanya.

Langkah itu merupakan antisipasi biasa sebab menuju titik kumpul mengantisipasi keadaan. Letusan cukup mengejutkan sebab terjadi saat suasana cerah dan tidak ada tanda sebelumnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Pemkab Klaten, Ronny Roekmito meminta masyarakat tetap tenang dengan kejadian itu. Warga diimbau tetap waspada dan tidak perlu panik berlebihan.

Ronny  minta agar masyarakat tidak percaya dengan berita dan foto hoak yang bisa membingungkan suasana. Pemkab dan semua komponen terus berkoordinasi mengantisipasi kejadian itu.

Warga Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sukiman mengatakan cuaca di desanya cerah meski ada letusan. Sempat ada abu bergerak, tetapi tertiup angin ke selatan dan bergerak ke barat daya.

Dia mengakui warga membutuhkan masker dalam waktu dekat untuk mengantisipasi kemungkinan abu, terutama agar warga yang akan ke tegalan tidak terganggu jika ada dampak abu.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)