• KANAL BERITA

Warga Bojongsari Ancam Demo Jika TPA Ciledug Tak Ditutup

Kondisi TPA Ciledug, Kabupaten Cirebon yang berada di tepi Sungai Cisanggarung, yang dikeluhkan warga Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes dan mendesak untuk segera ditutup. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
Kondisi TPA Ciledug, Kabupaten Cirebon yang berada di tepi Sungai Cisanggarung, yang dikeluhkan warga Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes dan mendesak untuk segera ditutup. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Warga Desa Bojongsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran, jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat tidak segera ditutup, seperti yang dijanjikan sebelumnya. Sebab, keberadaan TPA sampah yang berada tepat di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat itu telah berdampak terhadap warganya.

"Pemkab Cirebon memang telah berjanji akan menutup TPA Ciledug paling lambat akhir Mei ini. Keputusan ini kami sambut positif. Tapi, jika rencana penutupan TPA ini meleset, kami akan demo besar-besaran ke Pemkab Cirebon," tandas Kepala Desa (Kades) Bojongsari, M Khojin, Jumat (11/5).

Dia mengatakan, TPA sampah Ciledug yang berada persis dipinggir Sungai Cisanggarung, berbatasan langsung dengan wilayah desanya. Warga mengeluhkan keberadaan TPA itu karena telah berdampak terhadap lingkungan sekitar. Selain mengeluarkan bau tidak sedap, lingkungan sekitar juga tercemar. Tak hanya itu, di rumah warga di sekitar lokasi juga banyak lalat sehingga mengancam kesehatan mereka.

"Sudah sejak empat tahun lalu, warga kami mengeluhkan keberadaan TPA ini. Kami berulangkali meminta agar ditutup, dan baru sekarang rencana ini akan direalisasikan Pemkab Cirebon," terangnya.

Menurut dia, kebijakan penutupan TPA itu berdasarkan pertemuan Plt Bupati Cirebon bersama dengan Komonitas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petakala Grage serta masyarakat. Dampak lingkungan dari keberadaan TPA itu bukan hanya warganya saja yang merasakan, tetapi juga daerah lain merasakan bau busuk yang ditimbulkan.

"Penutupan TPA ini memang keingianan banyak orang, termasuk warga kami. Kami berhadap rencana penutupan TPA ini direalisasikan sesuai yang dijanjikan, pada akhir Mei ini," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, jika dalam batas waktu yang disepakati itu belum juga dilakukan penutupan, pihaknya bersama masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa. Menginggat, penutupan TPA tersebut sudah ditunggu-tunggu masyarakat banyak. "Yang jelas kami dan warga siap demo, jika TPA tidak ditutup," pungkasnya.


(Bayu Setiawan/CN33/SM Network)