• KANAL BERITA

Erupsi Merapi, 10.000 Warga Selamatkan Diri

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Gunung Merapi mengalami erupsi freatik pada Jumat (11/5) pukul 07.40. Pasca kejadian, puluhan ribuan warga yang bermukim di kawasan lereng Merapi spontan melakukan evakuasi.

Para siswa sekolah juga langsung dipulangkan lebih awal. Pantauan Suara Merdeka di Balai Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, evakuasi para pelajar melibatkan kendaraan jip wisata lava tour Merapi, dan truk polisi. Meski banyak truk pengangkut pasir lalu-lalang di sekitar lokasi, proses evakuasi terpantau lancar. 

Selang kurang lebih 15 menit setelah erupsi, tampak hujan abu menyelimuti sebagian wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, ada 10.000-an warga yang mengamankan diri di antaranya dari Kecamatan Turi, Pakem, dan Cangkringan. Paling banyak berasal dari Desa Glagaharjo Cangkringan, dan Hargobinangun Pakem.

"Sebagian besar ditempatkan di balai desa. Tapi sekarang (pukul 10.00 WIB) sudah banyak yang kembali di rumah masing-masing," kata Makwan.

Dari info yang dia terima, pada pukul 09.35 sudah ada penurunan kolom erupsi dari semula ketinggian 5 kilometer menjadi 2 kilometer. Kapolres Sleman AKBP M Firman Lukmanul Hakim mengimbau warga agar sementara menghentikan aktivitas. Pihaknya pun akan terus memantau kemungkinan terjadinya erupsi susulan.

"Warga dengan kesadaran sendiri sudah melakukan evakuasi. Tadi sempat dilakukan penutupan arus, mengutamakan dari yang atas dulu untuk turun," ujarnya.

Menurut dia, proses evakuasi sempat mengalami kendala karena banyak wisatawan yang berkunjung ke objek Kaliurang dan lava tour, mengingat sekarang musim libur panjang. Bahkan ada beberapa wisatawan yang menganggap erupsi sebagai sebuah momen padahal ini merupakan bencana. Namun berangsur, wisatawan bisa dievakuasi.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)