• KANAL BERITA

SD di Lereng Merapi Boyolali Tunda Ujian Nasional

Ilustrasi Istimewa
Ilustrasi Istimewa

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kepanikan melanda warga di lereng Merapi sisi timur akibat letusan freatik Gunung Merapi pagi tadi. Sejumlah Sekolah Dasar di Kecamatan Musuk, Boyolali terpaksa memulangkan siswanya yang tengah mengerjakan Ujian Nasional (UN).

"Hari ini UN untuk mata pelajaran agama. Naskah ujian sudah kami bagikan ke siswa. Karena ada peristiwa ini akhirnya soal saya tarik lagi," kata Kepala SDN 1 Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, Jumat (11/5). 

UN terpaksa ditunda, karena dikawatirkan siswa juga tidak bisa konsentrasi. UN hari terakhir tersebut ditunda besok pagi. 

"Saya sudah sampaikan ke KUPT Musuk dan disarankan agar para siswa dipulangkan, karena kondisi darurat,"jelasnya. 

Widodo mengaku, memang sempat terdengar suara gemuruh dan terjadi getaran. Para siswa dari kelas 1 sampai 6 yang saat itu sudah masuk kelas pun berhamburan keluar. 

"Anak-anak lari pulang, banyak yang nangis dan orang tua juga banyak yang menjemput ke sini, ya sudah. Karena kondisi darurat seperti ini ya saya perbolehkan," katanya lagi.

Hal serupa terjadi di SDN 2 Mriyan, Kecamatan Musuk. Para siswa di sekolah tersebut juga langsung dijemput orang tuanya. Bahkan, banyak warga yang sudah berkumpul di SD tersebut, yang menjadi titik kumpul bagi warga Dukuh Songgobumi, Montong dan Gumuk, jika terjadi bencana alam letusan Merapi. 

"Sempat panik. Tadi warga di Songgobumi, Gumuk, Montong sudah pada keluar rumah semua, di jalan-jalan. Mobil-mobil sudah dikeluarkan semua menghadap ke timur semua. Yang sudah ke hutan cari rumput lari pulang semua," kata Widiyanto, warga Songgobumi. 

Ketiga dukuh tersebut memang berada paling atas di Desa Mriyan. Erupsi dasyat tahun 2010 lalu, telah membuat warga di lereng Merapi sisi timur trauma. Sehingga saat terjadi erupsi tadi pagi, warga pun sempat panik.


(DTC/CN19/SM Network)