• KANAL BERITA

Dengar Suara Letusan Merapi, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Asap yang membumbung tinggi usai terjadi letusan Gunung Merapi terlihat dari Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jumat (11/5). (Foto suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Asap yang membumbung tinggi usai terjadi letusan Gunung Merapi terlihat dari Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jumat (11/5). (Foto suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Warga Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali berhamburan keluar rumah saat mendengar letusan Gunung Merapi, Jumat (11/5).

Dari pantauan di lapangan, letusan gunung api teraktif di Indonesia dengan ketinggian puncak 2.930 mdpl itu terjadi sekitar pukul 07.45. Meskipun jarak Kecamatan Ampel dengan Gunung Merapi cukup jauh, hingga puluhan kilometer, tetapi suara letusan terdengar keras. Bahkan warga berhamburan keluar rumah.

"Suaranya cukup keras. Asap langsung membumbung tinggi," kata warga, Sumbul (59) di lingkungan RT 004 RW 001, Dukuh Kalitengah.

Warga lain, Marno (40) mengaku melihat langsung letusan gunung yang pernah erupsi 2010 lalu. Saat itu dia tengah di halaman Masjid Nurul Iman bersama warga lain. Hanya saja letusan yang membawa asap membumbung tinggi itu, hanya sekali. Bahkan asap mengarah ke timur.

"Saat itu warga lain pada keluar rumah. Takutnya kan besar. Tapi alhamdulillah letusan sekali, tidak terlihat api. Hanya asap saja," aku dia.

Untuk diketahui, di bawah Gunung Merapi terdapat sejumlah kabupaten/kota. Di sisi selatan ada Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sisanya masuk Provinsi Jateng seperti Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.


(Asep Abdullah/CN19/SM Network)