• KANAL BERITA

Kendalikan Harga, Sejumlah Pasar Murah Akan Digelar

foto: istimewa
foto: istimewa

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga barang-barang kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga berbagai barang kebutuhan di pasaran, Dinas Perdagangan Kulonprogo melakukan berbagai upaya.

Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo, Krissutanto mengatakan, secara rutin pihaknya melaksanakan pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan barang strategis lainnya setiap Senin dan Kamis di lima pasar yakni wilayah Kecamatan Wates, Bendungan, Sentolo, Galur, dan Temon. Komoditas yang dipantau meilputi 41 item, di antaranya beras, gula, minyak goreng, daging, cabai, bawang, susu, hingga gas elpiji.

“Sampai saat ini harga tetap terkendali. Untuk stok beras, kami juga selalu koordinasi dan cek lapangan baik di Gapoktan (Gabungan kelompok tani) mau pun di penggilingan gabah. Stok beras sampai setelah lebaran aman, kami monotor di pasar-pasar juga semua aman,” ungkap Krissutanto.

Hanya saja, diakui Krissutanto, fluktuasi harga seringkali terjadi pada H-3 dan H-4 baik menjelang puasa maupun menjelang Lebaran. Menurutnya, kondisi itu terjadi karena banyak masyarakat yang berbelanja sehingga permintaan meningkat. Untuk mengatasi agar tidak terjadi fluktuasi harga yang tidak terkendali, Dinas Perdagangan Kulonprogo akan menggelar beberapa kali pasar murah dan operasi pasar murni (OPM).

“Pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar murni bekerjasama dengan Disperindag DIY, BI Cabang Yogyakarta, Perum Bulog Divre DIY, PT PPI Yogyakarta, distributor, dan dinas terkait,” tuturnya.

Pasar murah akan digelar dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di Desa Bumirejo dan Gulurejo Kecamatan Lendah pada 9 Mei, serta di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo pada 11 Mei. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan di Desa Banjarsari Kecamatan Samigaluh pada 22 November.

Masing-masing dibagikan kupon paket sebanyak 300 kupon dengan harga paket bahan pokok Rp 60 ribu, berisi beras medium 2,5 kg, minyak goreng 1 liter, telur ayam 1 kg, gula pasir 1 kg, daging ayam 0,5 kg.

Ada pun operasi pasar murni (OPM) komoditas lainnya juga dilaksanakan gua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan di Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo pada 22 Mei dan di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh pada 23 Mei. Gelombang kedua dilaksanakan di Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo pada 14 November.

“Dibagikan kupon paket sebanyak 300 kupon dengan harga paket bahan pokok Rp 40.000, berisi beras medium 2,5 kg, bawang putih 0,5 kg, dan telur ayam 1 kg,” sebutnya.

Krissutanto menambahkan, pihaknya juga mengusulkan OPM lain bekerjasama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Yogyakarta. Mengusulkan pasar murah bersamaan dengan Pasar ramadhan di Alun-alun Wates pada 17 Mei dan 7 Juni.

“Komoditasnya minyak goreng dengan kuota 1.000 liter, gula pasir kuota 1 ton, terigu kuota 500 kg, telur ayam kuota 300 kg, bawang putih kuota 1.000 kg, dan bawang merah kuota 500 kg,” imbuhnya.

 Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kulonprogo, Bambang Widodo mengatakan, selain memonitor 41 item komoditas, pihaknya juga melakukan pengawasang barang beredar tekait UU Perlindungan Konsumen. Antara lain meliputi barang-barang yang kedaluarsa, kemasan rusak, produk yang dilarang beredar, serta barang yang mengandung bahan berbahaya seperti borak, formalin, dan rhodamin B.

“Kami menjadi tim terpadu bersama Pol PP, Dinas Perdagangan Provinsi, serta Balai POM, baik di pasar tradisional, warung, toko-toko, maupun mini market,” imbuhnya. 


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)