• KANAL BERITA

Suplai Air Baku Membaik

Bantuan Tanki Air Terus Diberikan

Petugas PDAM Tirta Moedal sedang membersihkan lumpur di saluran yang menuju ke IPA Kudu, kemarin. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
Petugas PDAM Tirta Moedal sedang membersihkan lumpur di saluran yang menuju ke IPA Kudu, kemarin. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Suplai air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu PDAM Tirta Moedal membaik, Kamis (10/5) pagi. Produksi IPA Kudu sempat mencapai 730 liter/detik setelah lumpur intake dibersihkan. Padahal, dalam beberapa pekan terakhir produksi air bersih kurang dari 500 liter/detik. 

Selain karena pembersihan lumpur, sejumlah pompa tambahan untuk menambah air baku telah terpasang. Salah satunya pompa milik PT Jasa Tirta sebesar 100 liter/detik di Dambo Sayung. Pompa eks Pucang Gading sebesar 100 liter/detik yang terpasang di Gubug juga sempat beroperasi. Namun, terhenti karena kapasitas genset kecil, saat ini menunggu genset pengganti. 

''Pompa banjir dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana berkapasitas 1.000 liter/detik, saat ini sedang tahap penyambungan pipa. Ada pun eks IPA Kaligarang dengan kapasitas 150 liter/detik akan dipasang di Dampo Sayung setelah pompa dari BBWS beroperasi,'' ujar PJs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan, kemarin. 

Dia menambahkan, kondisi pasokan air baku ke IPA Kudu sebenarnya sudah banyak. Yakni dari Bendung Klambu sebesar 350 liter/detik, dari Kali Jajar sebesar 400 liter/detik, pompa di Gubug (100 lier/detik), dari Kali Glapan (100 liter/detik). 

Seharusnya, imbuh Farchan, yang masuk ke IPA Kudu sebesar 950 liter/detik. Namun air baku yang masuk hanya 530 liter/detik. Hal itu dikarenakan, masih adanya petani yang mengambil air dari saluran terbuka yang menuju ke IPA Kudu. Pasokan air baku pun berkurang. 

''Kami akan terus menambah pasokan air baku. Yakni pemasangan mobil pompa dari Balai PSDA dengan kapasitas 500 liter/detik di Gubug. Pemasangan pompa 300 liter/detik milik PDAM di Dampo Sayung. Di tempat yang sama, juga akan dipasang pompa 100 lier/detik milik PT Jasa Tirta. Meminta agar operator Bendung Pucang Gading menambah debit,'' ungkap Farchan. 

50 Persen

Bila hal itu berhasil, imbuhnya, total air baku menjadi 1.850 liter/detik. Dengan perkirakan hilang 50 persen, air baku yang masuk ke IPA Kudu sebesar 925 liter/detik. Dengan suplai air yang besar tersebut, maka produksi IPA Kudu menjadi normal, dan bisa mengairi pelanggan di wilayah timur, tanpa sistem giliran. 

''Langkah antisipasi kekurangan air baku sedang kami lakukan. Pasalnya proyek rehabilitasi saluran Klambu-Kudu akan berlangsung hingga 2019. Dalam waktu dekat, kami akan menghadap Kementerian PUPR untuk membantu menyelesaikan permasalahan minimnya suplai air baku,'' tambah Farchan. 

Meski demikian, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tetap meminta agar PDAM mengerahkan bantuan 75 tangki air setiap harinya, kepada warga yang terdampak gangguan air. Pasalnya, peningkatan suplai air baku butuh porses, sedangkan warga membutuhkan air bersih setiap harinya. 

"Untuk warga terdampak gangguan aliran PDAM dari IPA Kudu, bisa menghubungi nomor (024)76920999 untuk mendapatkan layanan air tangki. Ini gratis, tidak ada biaya tambahan, terkhusus untuk masyarakat di wilayah timur yang terdampak," tegas wali kota yang akrab disapa Hendi ini. 

Hendi menjelaskan, satu unit tangki dimaksimalkan untuk membawa sekitar 5.000 liter air ke rumah-rumah warga. Ini merupakan bentuk penanganan darurat yang dilakukan oleh PDAM, sampai menunggu suplai air baku kembali normal. Di sisi lain, dia meminta PDAM untuk terus mengupayakan pasokan air di IPA Kudu kembali normal. 


(Hendra Setiawan/CN40/SM Network)