• KANAL BERITA

Bupati Sragen Janjikan BUMDes Mojopuro Jadi Pilot Proyek

Pemasaran produk unggulan Desa Mojopuro berupa Kripik Sukun, Kripik Jagung, dan Ampyang milik Sri Lestari akan melibatkan BUMDes Mojopuro.(suaramerdeka.com/Anindito AN)
Pemasaran produk unggulan Desa Mojopuro berupa Kripik Sukun, Kripik Jagung, dan Ampyang milik Sri Lestari akan melibatkan BUMDes Mojopuro.(suaramerdeka.com/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Jika Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Sragen nanti sukses menjadi pilar perekonomian di desa, Bupati Sragen menjanjikan akan menunjuk menjadi pilot proyek. Dengan keberhasilan BUMDes nanti bisa mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Kalau berhasil kelak, BUMDes Mojopuro akan saya jadikan pilot proyek pengembangan BUMDes di Kabupaten Sragen,’’ tutur Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai meresmikan BUMDes Mojopuro Bumi Makmur, Rabu (9/5).

Bupati Yuni yang juga meluncurkan Lembaga Keuangan Nunggal Mukti milik BUMDes, memuji semangat dan kesungguhan pengelola BUMDes Mojopuro. Dia berpesan agar BUMDes dikelola secara profesional agar bisa mendapatkan keuntungan yang pada gilirannya nanti bisa mensejahterakan warga Desa Mojopuro.

Direktur BUMDes Mojopuro Bumi Makmur, Gunarno mengatakan, BUMDes yang mendapat suntikan dana Rp 50 juta dari Kades Mojopuro Joko Paryanto sudah memiliki Lembaga Keuangan Nunggal Mukti.

Dana yang bersumber dari Dana Desa itu nanti akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha perekonomian masyarakat setempat. Selain itu pengurus juga akan mencari terobosan untuk mencari dana, guna mengembangkan BUMDes Mojopuro Bumi Makmur.

Bantu Pemasaran

Gunarno mengatakan, BUMDes Mojopuro juga sudah menjalin kerja sama dengan Sri Lestari warga Desa Mojopuro, merupakan produsen  keripik sukun, keripik jagung, dan ampyang yang cukup kondang di Kecamatan Sumberlawang.

Sebagai langkah awal, BUMDes membentuk Lembaga Keuangan Kredit Usaha Mikro Nunggal Mukti. ‘’Sedangkan langkah berikutnya awal Tahun 2019  akan merintis usaha pupuk organik,’’ tutur Gunarno.

Untuk usaha jangka panjang akan melakukan usaha peternakan. Pihak BUMDes juga akan melakukan kerja sama pendampingan usaha industri rumah tangga dalam pembuatan Kripik Sukun, Kripik Jagung dan Ampyang, sekaligus ikut membantu memasarkan. Sebab produk kripik ternyata cukup laris di pasaran.

Sri Lestari sebagai produsen keripik mengungkapkan, banyak TKI asal Hong Kong saat pulang ke Sumberlawang, Sragen selalu memesan keripik sukun dan ampyang dalam jumlah besar. Keripik pesanan itu kemudian dipaketkan ke Hong Kong untuk diberikan kepada rekan-rekan sesama TKI yang merindukan makanan asal Sragen itu.


(Anindito AN/CN40/SM Network)