• KANAL BERITA

Proyek Embung Karangasem Terancam Batal

Terganjal Lahan dan Perubahan Lokasi

Tanggul alur Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas jebol tahun lalu setelah dihantam banjir. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Tanggul alur Sungai Gamping di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas jebol tahun lalu setelah dihantam banjir. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan embung di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, tahun 2018 ini terancam batal. Hingga kini, proses pengalihan mulai dari di notaris hingga dokumen lain belum selesai. Selain itu, ada perubahan titik lokasi dari rencana semula.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, Harjoko mengatakan, ada beberapa penyebab proyek itu perlu dikaji ulang. ''Ini tengah kita bahas terus, sebab jadwal semakin sempit tetapi beberapa hal belum selesai,'' jelasnya, Kamis (10/5).

Dikatakan, meski pun merupakan lahan kas desa tetapi proses itu harus dilalui sebelum pembangunan dimulai. Pemkab tidak berani membangun sebelum semua selesai. Selain itu, dengan perubahan titik lokasi itu dampaknya lebih jauh karena memengaruhi dokumen detail enginnering design (DED) yang sudah disusun sebelumnya.

‘’Mau tidak mau harus ada perubahan desain ulang menyesuaikan dengan lokasi baru. Untuk itu, Dinas masih mengkaji ulang dan terus berkoordinasi sebab di APBD 2018 sudah dialokasikan anggarkan. Selain masalah lahan dan DED, masalah waktu dan kondisi riil juga menjadi pertimbangan,'' jelasnya. 

Belum Lelang

Dari sisi waktu, tambah Harjoko, jika saat ini belum masuk tahap lelang maka pelaksanaan akan mundur. Apabila Juli-Agustus proyek baru dimulai pekerjaan fisiknya maka risiko akan lebih besar. Saat hujan turun pada September pembangunan belum selesai.

Padahal di Desa Karangasem selama ini menjadi lokasi langganan banjir dan tanggul jebol. Penyebabnya lokasi merupakan wilayah cekungan dan pertemuan beberapa arus sungai. Saat kemarau sungai kering tetapi saat hujan turun, sungai itu menampung air dengan arus deras. Baik air yang berasal dari Kabupaten Klaten maupun dari Kabupaten Gunung Kidul yang langsung berbatasan.

Meskipun sudah dianggarkan Rp 1,9 miliar, Pemkab memilih berhati-hati dengan proyek itu. Akan lebih baik pelan tetapi selesai sesuai rencana daripada cepat tetapi memunculkan masalah di kemudian hari.

Menurut Plt Kepala Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Suryanto, tim Dinas sudah mengecek lokasi pembangunan embung di Karangasem. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Klaten, Darto mengatakan tahun ini ada beberapa pembangunan embung.

Salah satunya ada di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas. Tujuannya untuk menampung air sebab wilayah tersebut saat kemarau menjadi langganan kekeringan dan saat hujan berubah menjadi lahan banjir. 


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)