• KANAL BERITA

Delapan Jam, Upaya Melindungi Anak

42 SD-SMP Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal Ahmad Thosim turut menandatangani deklarasi sekolah ramah anak di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (suaramerdeka.com/Cessnasari)
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal Ahmad Thosim turut menandatangani deklarasi sekolah ramah anak di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (suaramerdeka.com/Cessnasari)

TEGAL, suaramerdeka.com - Empat puluh dua sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tegal secara serentak mendeklarasikan dirinya sebagai sekolah ramah anak (SRA). Ke-42 sekolah tersebut terdiri dari 24 SD dan 18 SMP dari Kecamatan Slawi, Dukuharu, Talang,Bojong,Bumijawa, Margasari, Balapulang, Pangkah, Adiwerna dan Lebaksiu. Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen di atas banner oleh perwakilan tiap sekolah di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, kemarin.

Turut menyaksikan deklarasi tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal Ahmad Thosim, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal Informal (PAUDNI), Agus Budiyono, Kasi SD Ramdhon, Kasi SMP Marwanto.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Ahmad Thosim mengatakan, sekolah ramah anak merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama delapan jam anak berada di sekolah. Komiten ini menjadikan sekolah bersih, aman, ramah, indah, iklusif, sehat, asri dan nyaman.

‘’Tujuan sekolah ramah anak di antaranya mencegah kekerasan terhadap anak dan warga sekolah lain, mencegah kecelakaan di sekolah yang disebabkan prasarana maupun bencana alam dan memudahkan mencapai  tujuan pendidikan,’’ jelas Ahmad Thosim.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Nomor 050/04/08981 tentang Penetapan Sekolah Ramah Anak pada 29 Maret 2018, ada lima SD dan tujuh SMP yang ditetapkan sebagai SRA.

Lima SD yang dimaksud yakni SD Kabunan 01 Kecamatan Dukuhwaru, SD Kalisapu 03 Kecamatan Slawi, SD Blubuk 06 Kecamatan Dukuhwaru, SD Karangmulya 02 Kecamatan Bojong dan SD Prupuk Selatan 03 Kecamatan Margasari. Sementara tujuh SMP yang ditetapkan sebagai SRA yakni SMP 1 Slawi, SMP 1 Pangkah, SMP 2 Balapulang, SMP 1 Talang, SMP 2 Talang, SMP 3 Adiwerna dan SMP 1 Bumijawa.

Hak Anak

Pada acara tersebut, Dinas P3AP2KB menyosialisasikan konvensi hak anak kepada tenaga pendidik, penyataan secara yuridis dunia tentang hak anak yang harus dipenuhi, di antaranya hak mendapat pendidikan, pemanfaatan waktu luang.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas P3AP2KB, Toto Raharjo menyebutkan, sekolah menjadi rumah kedua bagi anak. Oleh karena itu, diharapkan sekolah menjadi tempat yang ramah anak.

‘’Sebagai sekolah ramah anak setidaknya sekolah memiliki sarana yang mencukupi, lingkungan menyenangkan, metode belajar dan guru yang ramah anak. Tidak terjadi kekerasan pada anak, baik kekerasan fisik, psikis dan seksual,’’ katanya.

Toto menambahkan, untuk menjadi sekolah ramah anak, sekolah harus memenuhi sejumlah komponen, meliputi, kebijakan SRA (komitmen tertulis, SK Tim SRA, program yang mendukung SRA), pelaksanaan proses belajar yang ramah anak (penerapan disiplin positif), pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak dan SRA, sarana-prasarana yang ramah anak , partisipasi anak, partisipasi orangtua, lembaga masyarakat, dunia usaha, stakeholder lainnya dan alumni.

Toto berharap, setelah menandatangani deklarasi sekolah ramah anak di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 42 sekolah yang turut pada acara tersebut dapat melakukan peluncuran SRA di sekolah masing-masing. 


(Cessnasari/CN40/SM Network)