• KANAL BERITA

Pelayanan Rumah Sakit Butuh Transformasi Digital

Foto: Solussi News
Foto: Solussi News

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tak hanya ekonomi dan pendidikan yang jadi isu penting di dunia saat ini, tapi juga masalah kesehatan. Untuk itu, perlu adanya transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan untuk memudahkan masyarakat. Apalagi, menurut CEO Lippo Group James T Riady, ada sekitar tiga miliar penduduk dunia yang akan masuk Indonesia.

"Satu dari tiga miliar dari mereka akan membutuhkan pelayanan kesehatan. Pertanyaan sekarang, siapa penentu pelayanan kesehatan terpadu, tentu dari kami," James Riady melalui siaran pers, Kamis (9/5).

Pada Selasa (7/5) lalu, pihaknya melalui Siloam Hospitals Group mengadakan kegiatan CEO Power Breakfast bertema "Indonesian Healthcare Market: Game Changers in a Developing Country". 

Menurut James, Indonesia harus berbenah diri dalam meningkatkan pembangunan kesehatan. Dengan pembangunan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia, akan ada banyak masyarakat masuk dalam kategori sehat.

Bukan cuma itu, penyerapan tenaga kesehatan juga akan meningkat seiring pertumbuhan rumah sakit. Kaitan dengan era globalisasi dan teknologi, pelayanan rumah sakit membutuhkan suatu transformasi digital dalam bentuk pembayaran. "Kami menyebut kapitasi digital," ujarnya.

Kapitasi digital adalah suatu metode pembayaran untuk pelayanan kesehatan dengan mode digital, dimana metode ini tidak hanya berbasis pembayaran tetapi memasukan data-data yang berkaitan dengan rekam medik, keanggotaan dan lain-lainnya dengan klikkan dari jari kita.

Dia menyampaikan, meskipun pelayanan kesehatan di Indonesia belum menyentuh secara menyuluruh, tapi tantangan harus dihadapi dengan produktifitas. Kecanggihan tidak hanya sebatas kecanggihan. Teknologi harus dimanfaatkan sebaik mungkin. 


(Arif M Iqbal /CN41/SM Network)