• KANAL BERITA

Ratusan Pengemudi Gojek Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Duta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan M Indra Pahlevi secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Gojek pada Kopdar Akbar Gojek Korwil Pekalongan. (suaramerdeka.com/Isnawati)
Duta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan M Indra Pahlevi secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Gojek pada Kopdar Akbar Gojek Korwil Pekalongan. (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Ratusan pengemudi ojek online, Gojek di Koordinator Wilayah (Korwil) Pekalongan mendaftarkan diri menjadi peserta program jaminan
kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Rabu (9/5).

Di sela-sela menghadiri acara Kopi Darat (Kopdar) Akbar Gojek Korwil Pekalongan di Lapangan Kalibanger hari itu, sebagian pengemudi Gojek Pekalongan berbondong-bondong mendatangi stan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan. Sebagian langsung mendaftarkan diri sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara sebagian lainnya masih mencari informasi terkait program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Wiwik Septi Herawati mengatakan, pengemudi ojek online merupakan pekerja mandiri yang memiliki risiko tinggi saat melakukan pekerjaan. Saat melakukan pekerjaan, pengemudi Gojek selalu berada di jalan dan rentan terjadi kecelakaan.

“Kami sebagai penyelenggara jaminan sosial berpartisipasi dalam acara ini guna mengimbau dan mengajak para driver ojek online se-wilayah Pekalongan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar para driver ojek online merasa aman saat melakukan pekerjaan,” terang Septi.

Berdasarkan data potensi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, sebanyak 16.879 tenaga kerja mandiri harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada tahun ini. Namun hingga April tahun ini, baru 8.440 pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Salah seorang pengemudi Gojek, Dwiyan Afrizal mengaku sudah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan. Warga Wiradesa Kabupaten Pekalongan tersebut mengatakan, pekerjaannya sebagai pengemudi Gojek berisiko tinggi. Sehingga ia memerlukan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya daftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan karena pekerjaan saya berisiko tinggi. Dengan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, saya bekerja menjadi lebih aman karena sudah ada perlindungan,” kata Dwiyan, yang baru dua bulan menjadi pengemudi ojek online tersebut.

Sementara itu, pengemudi Gojek lainnya, Dewi Kristi Aini mengatakan belum mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Saya baru sebulan menjadi pengemudi Gojek. Karena pekerjaan saya berisiko tinggi, nanti saya akan mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dewi.

Pada acara tersebut, Duta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, M Indra Pahlevi, secara simbolis menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Gojek. 


(Isnawati/CN40/SM Network)