• KANAL BERITA

Pemerintah Targetkan Peremajaan 185 Ribu Hektare Lahan Kelapa Sawit

Presiden Joko Widodo meresmikan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5). (suaramerdeka.com/Kartika Runiasari)
Presiden Joko Widodo meresmikan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/5). (suaramerdeka.com/Kartika Runiasari)

ROKAN HILIR, suaramerdeka.com - Pemerintah menargetkan peremajaan Sawit Rakyat pada tahun 2018 seluas 185 ribu hektare lahan. Langkah ini diambil agar produktivitas sawit rakyat dapat meningkat dan memberi kesejahteraan pada petani. Presiden Joko Widodo menyatakan khusus untuk Riau peremajaan sawit ditargetkan sekitar 25 juta hektare.

“Target peremajaan Sawit Rakyat pada tahun 2018 seluas  185 ribu hektare lahan. Sementara untuk Riau sendiri ditargetkan peremajaan sawit sekitar 25 juta hektare,” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Peremajaan (replanting) kelapa sawit di Desa Pelita, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau,  Rabu ( 9/5).

Dia menambahkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan memberikan bantuan peremajaan dengan alokasi sebesar Rp 25 Juta per hektare. Dana ini bisa digunakan untuk pembelian bibit, biaya pembersihan lahan dan penebangan pohon.

Selain itu akan diberikan sertifikasi tanah kepada petani sawit. Target tahun ini sekitar 7 juta sertifikat akan diserahkan kepada masyarakat atau meningkat dari tahun lalu yang mencapai 5 juta sertifikat. "Saya akan cek kalau pohon sawit ini masih ada awas, saya ngga mau hanya seremonial nanti ditinggal diam program ngga jalan," ancam Jokowi. 

Jokowi menegaskan program replanting berorientasi pada hasil bukan prosedur semata. Sehingga titik replanting ketiga di Riau harus berhasil sebagaimana di Sumatera Utara dan Palembang. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, luas lahan sawit mencapai 1403 juta hektare. Dari total jumlah tersebut, sekitar 40 persen  atau 5,6 juta hektare adalah milik perkebunan rakyat.

Rencananya pada tahun 2018, program peremajaan sawit rakyat di Provinsi Riau ditargetkan menjangkau 25.423 hektare lahan yang tersebar di delapan Kabupaten termasuk Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Bengkalis.

Program Peremajaan Sawit Rakyat ini merupakan program prioritas Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit.
Dikatakan bahwa peremajaan sawit rakyat ini sudah sangat mendesak karena sebagian besar kebun kelapa sawit rakyat telah berusia tua, sehingga produktivitasnya rendah. “Rendahnya produktivitas ini menyebabkan berkurangnya pendapatan dan menurunnya tingkat kesejahteraan petani,” ujar Darmin.

Dikatakan, ada pun pembiayaan program peremajaan ini menggunakan dana pungutan ekspor produk sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan alokasi sebesar Rp 25 Juta per hektare. Maksimal bantuan diberikan untuk empat hektar sawah milik rakyat. "Jadi kalau sawahnya 7 hektar sisanya biaya sendiri," tambahnya. 

Dana ini untuk penyediaan bibit, membersihkan pohon tua, penanaman dan pengurusan surat surat. “Kalau pohonnya sudah berusia 15 tahun dan hasilnya hanya 10 ton  tandan buah segar per hektare atau di bawah itu, ya mending ditebang aja, dan diganti dengan tanaman baru,” tegasnya.


 


(Kartika Runiasari/CN40/SM Network)