• KANAL BERITA

Sistem Penjara Napi Teroris Harus Dievaluasi

foto: istimewa
foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Setara Institute, Hendardi, menyampaikan duka atas gugurnya sejumlah anggota Polri dalam penanganan kerusuhan di Rutan Mako Brimob Depok, Selasa malam. Menurut Hendardi peristiwa berdarah tersebut menunjukkan perlunya evaluasi dalam penanganan narapidana kasus terorisme.  

"Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan sistem lembaga pemasyarakatan terorisme harus dievaluasi. Jadi tidak bisa menggunakan standar biasa,  karena narapidana teroris masuk kategori high risk dan perlu penanganan khusus," tegas Hendardi dalam pernyataan persnya yang diterima Rabu sore. 

Menurut dia, pemerintah harus memberikan dukungan penguatan Lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius. "Penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan," ujar Hendardi.

Dia menambahkan bahwa peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa.

"Penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi. Saya berharap semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," pungkas Hendardi.


(Hartono Harimurti/CN40/SM Network)