• KANAL BERITA

KADIN DKI Jakarta

Beri Kesadaran Kepemilikan Apartemen dan Rusun 

Eddy Kuntadi, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, dalam  pembukaan Forum Diskusi Hukum di Jakana, Selasa (8/5).  (Foto suaramerdeka.com/dok)
Eddy Kuntadi, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, dalam  pembukaan Forum Diskusi Hukum di Jakana, Selasa (8/5).  (Foto suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kamar Dagang dan lndustri (KADIN) DKI Jakarta menggelar Forum Diskusi Hukum untuk membahas persoalan jual beli dan kepemilikan apartemen dan rumah susun. Agar masyarakat lebih memahami seluk beluk tinggal di apartemen , terutama dari aspek sosial budaya dan hukum.

Demikian dikatakan Eddy Kuntadi, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta, dalam  pembukaan Forum Diskusi Hukum di Jakana, Selasa (8/5). 

Forum diskusi yang digagas  KADIN DKI Jakarta, Dewan Pengurus Pusat (DPP) lkatan Advokal Indonesia (IKADIN) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), menyimpulkan banyak hal.

Diataranya, dalam waktu 15 tahun terakhlr, manurut Eddy Kuntadi, pembangunan apartemen dan rumah susun di DKI Jakarta sangat gencar dilakukan. Baik oleh developer swasta maupun pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 Hal ini disebabkan di Jakarta lahan untuk pemukiman semakin terbatas dan harga tanah semakin mahal.  Jumlah penduduk semakin bertambah, sedangkan kebutuhan perumahan semakin meningkat. Sementara itu warga dan konsumen yang selama ini, warga yang tinggal di rumah horisontal masih belum bisa meninggalkan kebiasaannya ketika tingsal di apartemen. 

"Konsumen terkadang masih memiliki pola pikir bahwa memiliki rumah biasa (horisontal) sama dengan memiliki rumah susun. Padahal, status kepemilikan lahan dan bangunannya sangat berbeda, konsumen merasa tertipu, sehingga hal ini perlu dijelaskan secara mendetil kepada rnasyarakat." kata Eddy Kuntadi. 

Dia menjelaskan bahwa permasalahan tersebul telah diatur dalam UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 20/2011 tentang Rumah Susun. Akibat ketidaktahuan masyarakat terhadap aspek kepemilikan rumah susun maupun apartemen, tidak sedikit terjadi konflik antara penghuni dengan pengelola gedung. 

Data dari Colliers lntenasional Indonesia Jurnal, pasokan apartemen di Jakarta dan sekitarnya pada 2017 diperkirakan mencapai 28 nbu unit.  Melonjak 45,4 persen dari tahun sebelumnva, yakni hanya 19 ribu unit.

Meskipun sedikit mengalami kelesuan akibat perlambatan ekonomi domestik pasokan apartemen dari‘ para pengembang masih cuup tinggi. Namun, pada 2018 pasokan apartemen diperkirakan bakal turun sekitar 13,3 parsen, menjadl 24 ribu unit. 

Sementara Jumlah apartemen di Jakarta dan sekitarnya pada 2017 meningkat sekitar l6 persen menjadi sekltar 204 ribu unit dari tahun sebelumnya 176 ribu unit.   Pada 2018 meningkat 12 persen menjadl 228 ribu unit.  (G20).

 


(Benny Benke/CN19/SM Network)